Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Lastri tidak langsung bangun seperti biasanya Ia tetap duduk di tepi ranjang menatap cahaya yang masuk dari celah jendela Bukan karena lelah tapi karena pikirannya sudah tidak lagi terburu-buru seperti dulu Waktu terasa berbeda sekarang Tidak lagi mengejar Tidak lagi menekan Hanya mengalir Dari dapur suara yang sama terdengar lagi Agus sudah bangun Seperti selalu Seperti rumah ini memang sudah terbiasa memiliki satu ritme yang tidak pernah berubah Selamat pag