Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Lastri tidak lagi menghitung waktu seperti dulu Tidak ada lagi kebiasaan melihat jam tidak ada lagi rasa terburu-buru untuk menyelesaikan sesuatu Waktu terasa seperti berhenti mengejarnya Ia bangun bukan karena kewajiban tapi karena kesadaran yang lembut bahwa hari sudah datang dengan sendirinya Dari dapur suara yang sudah sangat ia kenal terdengar Agus Seperti biasa Namun kini seperti biasa bukan lagi pengulangan yang membosankan melainkan ritme hidup yang menenang