Cuplikan Chapter ini
Pagi itu datang dengan sangat lembut seolah dunia luar sengaja menurunkan suaranya agar tidak mengganggu ketenangan di dalam rumah kecil itu Lastri membuka mata perlahan Tidak ada rasa terburu-buru Tidak ada pikiran yang mengejar-ngejar hari Yang ada hanya satu kesadaran yang kini selalu hadir setiap kali ia bangun rumah ini masih sama dan Agus masih ada di dalamnya Ia duduk di tepi ranjang membiarkan beberapa detik berlalu tanpa melakukan apa pun Biasanya dulu ia akan langs