Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Lastri membuka mata dengan perasaan yang tidak lagi bisa ia sebut asing Rumah tetap sama udara tetap masuk melalui jendela yang sama dan suara alam tetap mengisi halaman yang sama Namun di dalam dirinya ada sesuatu yang sudah berubah secara permanen Bukan perubahan yang besar dan meledak Tapi perubahan yang pelan dan tidak bisa dibalikkan Ia duduk di tepi ranjang lebih lama dari biasanya Bukan karena ragu untuk memulai hari Tapi karena ia tahu setiap hari sekarang akan