Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Lastri terbangun dengan perasaan yang tidak lagi bisa ia definisikan dengan kata biasa Rumah masih sama suasana masih sama bahkan rutinitas masih berjalan seperti hari-hari sebelumnya Tapi ada satu hal yang sudah benar-benar berubah cara hatinya merespons semua itu Ia tidak lagi mencari alasan untuk merasa tenang Karena ketenangan itu sudah ada di dalam dirinya Dari dapur suara Agus terdengar seperti biasa Namun bagi Lastri suara itu kini bukan sekadar tanda seseora