Cuplikan Chapter ini
Pagi itu rumah Lastri dan Agus terasa lebih tenang dari biasanya Bukan karena tidak ada suara tetapi karena semua suara yang ada sudah menjadi bagian dari kebiasaan yang menenangkanSuara air di dapur langkah kaki pelan di lantai kayu dan angin yang masuk dari jendelasemuanya seperti sudah sepakat untuk tidak mengganggu ketenangan yang tumbuh di antara dua orang di dalam rumah ituLastri bangun tanpa terburu-buruTidak ada lagi rasa harus segera melakukan sesuatuTidak ada lagi do