Cuplikan Chapter ini
Shapira membeku di tengah lorong istana napasnya tertahan di dada Teriakan Erikbahwa William terus menyebut nama Anyamenghantamnya lebih keras daripada ledakan di luar Kutukan itu telah mengambil alih persis seperti yang ia khawatirkan Raja Astellia mencengkeram lengannya menariknya maju dengan tergesa-gesa Jangan berhenti Kita harus sampai di tenda medis di barak sekarang jugaTidak Paduka Jangan seret saya Shapira menarik tangannya kembali membelokkan langkahnya menuju kamar