Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Raga Tanpa Jiwa
Suka
Favorit
Bagikan
24. Scene 24

158. EXT. PELABUHAN - SORE

Doni berlari menuju ke Risma dan lainnya.

CUT TO

Doni sampai di tepi pelabuhan.

Dia tak melihat kapal di dekat pelabuhan.


DONI

Mana kapalnya?


RISMA

Don, kita nggak bisa panggil mereka. Terlalu jauh. Mereka nggak lihat kita.


Salah seorang sudah sangat panik, dia memanggil pak Wijaya dan Hendra dengan suara yang kencang.


ORANG 1

Heeii! Toloongg!! Kita disinii...!


NAYA

Hei hei!


RISMA

Pak, jangan kenceng-kenceng!


CUT TO(Kontainer Kuning)

Gerry masih mencoba memaksa orang-orang disana keluar.


GERRY

Pak Bu, ayo cepet. Waktu kita nggak banyak.


ORANG 1

Kamu pergi aja. Kita nggak mau mati.


GERRY

Kok mati sih, itu kapalnya udah dateng(terus mencoba).


Mereka belum mau keluar.

CUT TO

159. INT DALAM KAPAL

Hendri mendengar suara orang yang berteriak.

Dia melihat orang itu dari kejauhan.


HENDRI

Pak, itu. Disana.


Pak Wijaya melihatnya.


PAK WIJAYA

Hen... Cepet ke pelabuhan.


Mereka langsung bergegas mendekatkan kapal ke pelabuhan.

CUT TO

160. EXT. DEPAN PELABUHAN

Gerombolan zombi mendengar teriakan seorang bapak tadi.

Mereka pun berlari ke arah Doni dan lainnya.

CUT TO(Tepi pelabuhan)

Doni melihat segerombolan zombi itu.


DONI

Sial, mereka(zombi) kesini. Mereka kesini!


Naya dan lainnya melihat zombi-zombi itu.

Ke 4 tentara dan 2 polisi yang masih selamat bersiap menembaki zombi dengan peluru mereka yang tersisa.

Gerombolan zombi semakin dekat.

Doni dan lainnya membantu melempari zombi dengan batu dan apapun.

Sementara Naya bersiap menggunakan senapannya.

Tembakan mulai dilepaskan oleh ke 4 tentara dan 2 polisi.

Batu batu mulai dilempar oleh Doni dan lainnya kearah gerombolan zombi.

Mereka mencoba menahan zombi-zombi itu sekuat tenaga.

Lalu kapal berhasil mendekat.

Hendri menghentikan kapal.

Pak Wijaya membuka pintu kapal.


PAK WIJAYA

Hei, ayo cepat masuk!


Orang-orang berebut masuk.

2 tentara tergigit.

Beberapa orang pun mulai terinfeksi.

Orang-orang semakin ketakutan.

Doni dan Naya mengambil senjata dari tentara yang tewas.


DONI

Tahaan!!


RISMA

Rita, kamu masuk dulu.


RITA

Tapi kak...


RISMA

Rita, dengerin kakak. Kakak harus bantu yang lain(kemudian memegang tangan Rita). Kakak janji akan masuk ke kapal secepatnya. Ya?


Rita menganggukkan kepala.

Dia menuruti perkataan Risma.

Kemudian berlari masuk kedalam kapal.

CUT TO

Gerry dan beberapa orang dari kontainer kuning berlari mendekat ke kapal.

Mereka menerobos gerombolan zombi.


GERRY

Larii!!


Gerry berusaha melindungi semua orang.

Dia menendang dan mendorong zombi dibdekatnya.

Beberapa dari mereka mulai tertangkap.

Salah seorang ibu tampak membantu anaknya yang terpeleset.

CUT TO

Naya melihat mereka.

Dia segera berlari kearah mereka untuk membantu.

CUT TO


NAYA

Bu. Ayo saya bantu.(Buru-buru membantu).


2 zombi mendekat.

Naya menghantam zombi itu dengan senapannya.

Salah satu zombi menyerang Naya.

Naya terjatuh.

Ibu dan anak itu tak bisa membantu Naya.

Gerry melihat Naya.


GERRY

Nay!


Gerry langsung berlari menyelamatkan Naya.

Dia menendang zombi itu.

Zombi terpental.


GERRY

Nay, lo nggak papa kan??(Khawatir)


NAYA

Nggak papa. Bantu mereka (ibu dan anaknya).


Gerry kemudian menggendong anak itu.


GERRY

Ayo.


Naya dan ibu itu berlari ke kapal.

Sementara itu, kaki Gerry mulai kambuh.

Dia terjatuh.

Gerry merasakan sakit di kakinya.


GERRY

Kenapa lagi nih kaki.


ANAK KECIL

Kak, ayo...(Menolong Gerry)


GERRY

Hei... Hei, dengerin kakak. Kamu pergi ke kapal dulu. Ibu kamu udah disana.


Anak kecil itu masih belum pergi.

Dia tidak tega meninggalkan Gerry.


GERRY

Cepet pergi. Nanti kakak nyusul.


Anak itu akhirnya pergi ke kapal.

Gerry coba melawan zombi yang berusaha menggigitnya dengan sekuat tenaganya.

CUT TO(depan kapal) 

Risma dan Doni masih membantu orang-orang untuk masuk ke kapal.

Naya datang dan langsung membantu.

Disamping itu mereka juga harus melawan zombi-zombi yang mulai mendekat ke area kapal.

CUT TO

161. INT. DALAM KAPAL - RUANG KEMUDI


HENDRI

Pak, kita harus berangkat sekarang.


PAK WIJAYA

Tunggu dulu. Mereka harus naik semua.


HENDRI

Nggak ada waktu lagi pak...(Cemas)


PAK WIJAYA

Tunggu dulu! Saya nggak mau ninggalin satu orang pun.


Lalu dia turun dari kapal.

CUT TO

162. EXT. DEPAN KAPAL

Pak Wijaya membantu melawan zombi-zombi yang mendekat ke kapal.

Segerombolan zombi kembali datang dari arah luar pelabuhan.

Doni terkejut melihat zombi-zombi itu karena semakin banyak.


DONI

Nay, Risma, masuk!


Naya dan Risma masuk ke kapal.

Doni melihat Gerry yang tergeletak. 

Gerry tampak sangat kesakitan.

Dia memegang kakinya sembari melawan zombi-zombi yang mendekat.


DONI

Gerry...


Doni menghampiri Gerry.

Naya melihat Gerry.

Dia tidak jadi masuk ke kapal.

Naya ingin membantu Gerry.


NAYA

Gerry!


Naya berlari kearah Gerry.

Zombi-zombi sudah dekat ke Gerry.

CUT TO


GERRY

Don, Naya... Ngapain kesini!? Masuk kapal!


Doni mencoba membantu Gerry.


DONI

Ayo. Gue nggak mau kehilangan temen gue lagi.


Naya membantu membopong Gerry.

Gerry nampak kesakitan.

Dia tak sanggup berjalan.


GERRY

Doni, Don. Naya. udah. Tinggalin gue.


Gerombolan zombi makin dekat.


GERRY

Hei, tinggalin gue! Masuk ke kapal sekarang!


Doni bingung harus melakukan apa.


GERRY

Don, jangan sia-siain usaha kita buat sampai ke sini. Tolong bawa Naya masuk ke kapal.


Doni semakin bingung harus melakukan apa.


GERRY

Don, cepet pergi!


NAYA

Gue nggak akan ninggalin lo. Ayo. Gue bantu jalan.


GERRY

Nay, tinggalin gue. Gue udah janji bakal jagain lo. Tolong masuk kapal sekarang.


NAYA

Enggak enggak. Udah lo diem, ayo gue bantu jalan ke kapal.


GERRY

Naya tolong, dengerin gue kali ini. Masuk ke kapal. Don, bawa Naya masuk ke kapal. Cepet!


Gerry meneteskan air mata.

Doni menendang satu zombi yang mendekat.

Sementara gerombolan zombi sudah semakin dekat.

Dengan berat hati, Doni harus tega meninggalkan Gerry dan memaksa Naya masuk kedalam kapal.


DONI

Ayo(menarik Naya).


NAYA

Don, gue nggak mau ninggalin Gerry. Don! Doni!!


Doni terus memaksa Naya untuk masuk ke kapal dengan menahan kesedihannya.


NAYA

Don plis, gue harus bantu Gerry. Gue harus bantu Gerry!(Menangis)


Naya tak sanggup melihat Gerry akan berakhir seperti ini.

CUT TO(pintu masuk kapal)

Naya dan Gerry masuk ke kapal.

CUT TO(Dalam kapal)

Rita melihat Gerry dari kaca dalam kapal.

Nampak gerombolan zombi sudah bersiap menerkam Gerry.

Gerry hanya diam sembari memegang kakinya.


RITA

Kak...(Terkejut). Kak Gerry!!(Berteriak) Kak Gerry!! Masuk kaak...!(Menangis sembari memukul kaca kapal) Kaak...


CUT TO(Area pelabuhan)


GERRY

Huuh...(Pasrah)


Gerry hanya bisa diam.

Zombi-zombi itu menyerang Gerry.

Gerry tewas.

CUT TO

163. INT. DALAM KAPAL

Doni dan Naya masuk ke kapal.

Pak Wijaya menutup pintu kapal.

Pak Wijaya menuju ruang kemudi.

CUT TO

164. INT. DALAM KAPAL - RUANG KEMUDI


PAK WIJAYA

Hendri, jalan!


Hendri menjalankan kapal.

CUT TO

Risma mencari Doni dan Rita.

Risma bertemu Doni dan Naya.


RISMA

Don...


Risma memeluk Doni dengan sangat erat.

Dia sangat lega.


RISMA

Don, mana Gerry??


Doni terdiam.

Naya tampak lemas.

Dia sangat sedih harus kehilangan Gerry.


RISMA

Don, Gerry mana?? Dia udah masuk kan?


DONI

Gerry... Dia nggak selamat(meneteskan air mata). Maaf.


Risma sangat terkejut.


RISMA

Nggak mungkin... Nggak mungkin. Kamu bohong kan??(Menangis) Doni, mana Gerry??


DONI

Maaf gue nggak bisa selamatin dia...(Tertunduk lesu dan menangis)


Naya duduk dan menangis.

Dia tidak percaya Gerry tewas.

Rita tiba-tiba datang.

Dia langsung memeluk Risma.


RITA

Kak... Kak Gerry kak...(Menangis)


Risma kemudian memeluk Rita sangat erat.

Dia tak bisa menahan kesedihannya.

JUMP CUT TO

20 menit berlalu, Hendri masih nampak tidak percaya.

Dia baru saja melihat hal yang sangat mengerikan.


PAK WIJAYA

Hen, fokus. Saya coba tenangkan orang-orang dulu. Oh iya, maaf tadi saya bentak kamu.


HENDRI

Iya pak. Nggak papa.


Pak Wijaya kemudian turun ke area tengah kapal.

CUT TO(Area tengah kapal)

Pak Wijaya melihat orang-orang yang sudah lemas dan sangat lelah.

Pak Wijaya kemudian melihat Doni, Rita, Risma dan Naya berada di bagian depan kapal, duduk sembari bersandar.

Dia pun menghampiri mereka.

CUT TO(bagian depan kapal)


PAK WIJAYA

Hei, kalian nggak istirahat di dalam? Kalian pasti capek.


DONI

Enggak. Kita pingin disini dulu.


PAK WIJAYA

Kalian sudah lewati hal yang sangat mengerikan. Saya nggak bisa bayangin gimana perjuangan kalian buat bisa selamat sampai sekarang.


DONI

Iya, saya dan yang lainnya juga nggak kebayang bakal kayak gini. Mungkin ini udah takdir.


Mereka mengobrol.

Naya, Risma dan Rita menatap hamparan laut yang cukup luas dengan perasaan sedih karena teringat Gerry dan lainnya yang telah tewas.

Mereka sudah sangat lelah dengan semuanya.

CUT TO

165. INT. DALAM KAPAL

Seorang wanita sedang duduk disamping beberapa orang.

Dia terlihat begitu gelisah.

Wanita itu telah tergigit di kakinya.

Dia mulai hilang kesadaran.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)