Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Raga Tanpa Jiwa
Suka
Favorit
Bagikan
19. Scene 19

126. INT. DALAM RUMAH KOSONG - MALAM

Doni dan lainnya masih tertahan di dalam rumah kosong.

 

KOMANDAN TIO

Niko, kita coba dobrak lagi.

 

NIKO

Siap.

 

Niko dan Komandan Tio mencoba mendobrak pintu.

Pintu masih begitu kuat.

 

NIKO

Susah komandan.


Komandan Tio terus berusaha.

Namun dia tak mampu membuka pintu itu.

 

NAYA

Udahlah, nggak bakal kebuka. Cari cara lain.


KOMANDAN TIO

Kalian tunggu sini. Saya coba cari jalan lai.


Komandan Tio coba mencari jalan keluar dari rumah ini. 

Sementara Doni, Tina, Gerry dan Risma masih lemas.

Naya melihat mereka.

 

NAYA

Kalo kalian mau cepat keluar dari sini, bantu cari jalan keluarnya. Bukan malah diem kayak gini.

 

NIKO

Hei(Naya), biarin dulu mereka(Doni, Tina, Risma dan Gerry). Kasih waktu buat nenangin diri.

 

Naya kemudian mengikuti Komandan Tio.

Komandan Tio terus menelusuri rumah yang cukup besar itu.

CUT TO(bagian belakang)

Komandan Tio sampai di ujung rumah.

Dia masih belum menemukan solusi.


NAYA

(menghela nafas). Nggak ada jalan lagi. Mending sekarang kita tidur disini semua malam ini.


Saat akan kembali ke yang lain, Komandan Tio melihat sebuah pintu.


KOMANDAN TIO

Tunggu.

 

Naya berhenti.

Komandan Tio mendekat ke pintu itu.

Dia coba membukanya.

Pintu terbuka.

Komandan Tio sedikit menyesal tak menemukannya dari awal.


KOMANDAN TIO

Harusnya kita lewat sini tadi.

 

NAYA

Saya panggil yang lain.

 

Naya memanggil Doni dan lainnya.

Sementara komandan Tio berjaga-jaga di pintu belakang.

CUT TO(sebuah ruangan)


NAYA

Kita pergi dari sini sekarang. Ada pintu keluar di belakang sana. Ayo.

 

Doni dan lainnya langsung bersiap pergi dari rumah itu dengan wajah yang masih sedih memikirkan Bobby.

Sebelum itu mereka menghampiri jasad Bobby.

CUT TO

 

RISMA

Bob, gue sama yang lain pergi dulu. Maaf...(Sedih, sembari memegang tangan Bobby).

 

GERRY

Bob... Gue tinggal ya(meneteskan air mata).

 

Doni dan Tina tak sanggup melihat Bobby.

CUT TO(area luar belakang rumah)

Mereka kemudian pergi keluar rumah melewati pintu belakang.

 

TINA

Kenapa nggak dari awal lewat pintu ini!?(Kesal) Coba aja tadi kita lewat sini, Bobby pasti masih hidup(sedih).


RISMA

Tina, udah.

 

KOMANDAN TIO

Maaf. Saya juga baru tau ada pintu lain di rumah itu.(Merasa bersalah).

 

CUT TO

127. EXT. SAMPING RUMAH KOSONG

Niko mengintip dari samping dinding.

Dia melihat keadaan di area luar depan rumah kosong.

CUT TO

VIEW

Keadaan desa nampak sepi dan gelap.

Tidak ada zombi satupun terlihat.

CUT BACK TO


NIKO

Aman.


KOMANDAN TIO

Tetap berdekatan. Ikuti saya.


Mereka lanjut berjalan untuk keluar desa dan mencari kendaraan dengan berjalan kaki.

 

RISMA

Kita ke pelabuhan mau pakai apa? Mobil udah nggak ada.


DONI

Nggak mungkin kita jalan. Jaraknya terlalu jauh.

 

KOMANDAN TIO

Saya akan cari cara. Kita harus sampai ke pelabuhan secepatnya. Kalaupun harus jalan kaki, kita harus siap.


NAYA

Udah gila nih orang. Dikira deket kali pelabuhan.


Komandan Tio coba fokus ke area jalanan. 

Doni dan lainnya terus mengikuti arahan Komandan Tio.

Rita terus memegang erat tangan Risma.

Sementara Doni masih membantu Gerry berjalan.

Perjalanan keluar desa terasa sangat jauh.

CUT TO

128. EXT. JALAN RAYA - MALAM

Setelah melalui gelapnya desa, mereka berhasil keluar dari desa.

 

KOMANDAN TIO

Hei, kalau ada mobil yang lewat, suruh mereka berhenti.


NAYA

Mau nyuri mobil orang? Anda ini polisi.

 

KOMANDAN TIO

Kita ikut naik ke mobilnya, bukan nyuri. Tolong bedain itu.

 

Saat menelusuri jalan, Rita melihat ada sebuah mobil di kejauhan.

 

RITA

Kak, itu. Ada mobil.

 

Risma melihat mobil itu.

Dia segera memberitahu semuanya.

 

RISMA

Don... Ada mobil(Menunjuk ke arah mobil).

 

Doni dan lainnya melihat mobil itu.

Mereka nampak sangat senang dan lega.

Lalu bersiap menuju mobil.

 

DONI

Tunggu tunggu! Sebentar. Harus ada yang cek kesana. Pastikan mobil itu aman.



Naya menghiraukan Doni.

Naya menuju mobil itu.

 

DONI

Naya! Hei.

 

Risma, Tina dan Rita mengikuti Naya.

 

DONI

Risma...

 

KOMANDAN TIO

Niko, Ayo.

 

Niko dan Komandan Tio pergi.

Sementara Doni dan Gerry tidak punya pilihan lain selain mengikuti teman-temannya.

Mereka mendekati mobil.

CUT TO

Mereka sampai di dekat mobil.

Pintu mobil terbuka.

Tak ada siapapun didalam.

Hanya ada bercak darah di kursi, dan beberapa bagian mobil rusak.

Risma ingat mobil ini.

 

RISMA

Ini... Bukannya mobil kita?


Gerry ingat.

 

GERRY

Lah iya. Mobil kita ini. Kok disini??

 

TINA

Ada orangnya nggak?

 

GERRY

Gak ada kayaknya.

 

KOMANDAN TIO

Kalian menjauh dulu dari mobil. Saya harus pastikan mobil ini aman.


Doni dan lainnya setuju.

Mereka agak menjauh dari mobil.


KOMANDAN TIO

Niko, cek sebelah sana.

 

NIKO

Siap komandan!

 

Komandan Tio dan Niko mengecek keadaan mobil.

Mobil nampak aman.

Mereka sudah memastikan.


GERRY

Gimana? Aman?

 

KOMANDAN TIO

Kita bisa pakai mobil ini lagi.

 

TINA

Huuh(lega). Untung nggak jadi jalan.

 

DONI

Yaudah, ayo masuk.

 

Saat akan masuk ke dalam mobil, satu zombi muncul dari bawah kolong mobil.

Zombi itu menarik kaki Tina.

 

TINA

Eh, hei! Risma tolong!


Zombi menarik Tina.

Tina berteriak.

Dia terjatuh.

Semua orang terkejut.

Komandan Tio berusaha menembaki zombi di bawah mobil itu dengan pistolnya.

 

TINA

Rismaa, tolongin!!(Berusaha lepas dari zombi)

 

Risma berusaha menarik Tina.

Kaki Tina tergigit.

 

TINA

Aaa!! Rismaa...!(kesakitan dan menangis)

 

Rita membantu Risma untuk menyelamatkan Tina.

Dia menendang-nendang zombi.

Komandan Tio menembak zombi tepat dikepala.

Zombi tak bergerak lagi.

Tina berhasil lepas.

Tak lama kemudian, datang segerombolan zombi dari arah belakang mobil.

Naya melihatnya.

 

NAYA

Hei hei, cepat masuk mobil! Cepat!

 

Komandan Tio, Niko, Naya dan lainnya berusaha melawan zombi yang mendekat dengan batu dan tangan kosong.

 

RITA

Ayo kaak...(Membantu Tina)

 

KOMANDAN TIO

Niko, bantu mereka.


NIKO

Siap komandan.


Niko membantu Tina berdiri.

Sementara komandan Tio masih berusaha menembaki gerombolan zombi dengan peluru seadanya.

Doni, Gerry dan Naya membantu.

 

GERRY

Sialan lu!(Memukul zombi dengan batu)


Gerry mengambil batu yang cukup besar.

Dia memukul zombi dengan batu itu tepat dikepalanya. 

Zombi itu seketika mati.

Namun, zombi semakin banyak.

Naya mengambil senapan miliknya didalam mobil.

Namun dia ingat peluru miliknya tersisa satu.

Dia ragu untuk memakainya.

CUT TO

Risma, Tina dan Rita berusaha masuk ke mobil.

 

NIKO

Ayo cepet!

 

Namun saat akan naik, Tina kembali tertangkap oleh zombi.

Dia kembali terjatuh.

 

TINA

Rismaa... Iih lepasin!!(Berusaha melawan zombi)

 

RISMA

Tina...(Berusaha kembali menolong Tina).

 

Rita mencoba meraih tangan Tina.

Namun justru Rita ditarik oleh zombi lainnya.


RITA

Kak...(Memanggil Risma)


Risma meraih tangan Rita.

Sementara Tina terseret cukup jauh.

CUT TO

Niko, Naya, Gerry dan Doni masuk ke mobil.

Niko menyalakan mobil.

 

GERRY

Jalan!

 

DONI

Tunggu!(Lalu turun) Risma...

 

Doni mencoba menyelamatkan Rita, Risma dan Tina.

Doni turun.

CUT TO

Risma masih berusaha sekuat tenaga menyelamatkan Rita.

Doni langsung membantu.

Komandan Tio masih terus menembaki zombi.

 

KOMANDAN TIO

Hei, cepat masuk mobil!

 

Rita berhasil lepas dari zombi.

 

RISMA

Rita...(Cemas dan memeluknya)

 

RITA

Kak...(Menangis).

 

DONI

Ayo!(Menarik Risma untuk segera ke mobil).

 

RISMA

Tapi, Tina...

 

DONI

Udah kamu masuk mobil dulu sama Rita. Biar aku yang selamatin Tina.

 

Risma dan Tina masuk kedalam mobil.

Komandan Tio menghampiri Niko.

 

KOMANDAN TIO

Niko, dengerin saya. Kalau situasinya nggak memungkinkan, kamu harus pergi. Bawa yang lainnya ke pelabuhan. Paham!?

 

Menganggukkan kepala.

 

KOMANDAN TIO

Saya harus selamatkan yang lain dulu. Ingat kata-kata saya tadi.

 

NIKO

Siap komandan!

 

Komandan Tio pergi menyelamatkan Tina.

CUT TO

Doni masih berusaha melawan zombi-zombi itu hanya dengan batu dan pukulannya.

Tina sudah penuh luka ditubuhnya akibat gigitan zombi.


TINA

Don... Toloong...(Lemas)

 

DONI

Tina!(Terkejut melihat keadaan Tina yang sudah berlumuran darah).


Komandan Tio datang.

Dia menembaki zombi yang mendekat.

 

KOMANDAN TIO

Hei(Doni), masuk mobil! Ngapain disini??

 

Doni coba membantu Tina. 

Komandan Tio menahan Doni.

 

KOMANDAN TIO

Masuk! Biar saya yang bawa teman kamu.

 

Doni bingung.

Dia tak ingin meninggalkan Tina.

Namun, dia harus turuti perkataan Komandan Tio.

Doni pergi menuju mobil dengan ragu.

CUT TO

129. INT. DALAM MOBIL

Doni masuk kedalam mobil.


RISMA

Tina...? Don, Tina mana?


Doni tak bisa menjawab.

Dia tertunduk lesu.

Risma berusaha keluar untuk menyelamatkan Tina.

Naya menahannya.

 

NAYA

Udah jangan keluar! Bahaya.

 

RISMA

Tina masih disana, gue harus keluar. Gue harus selamatin dia...(Tak ingin Tina kenapa-napa).

 

Rita nampak bingung


RITA

Kak Tina mana kak...?(Tanya ke Doni)


Doni hanya diam dan tertunduk.

Dia menahan sedih.

Rita takut Tina tak selamat.

Naya terus menahan Risma.


RISMA

Lepasin gue. Lepasin gue!! Gue harus selamatin Tina!(Menangis)

 

GERRY

Risma, hei. Tenang dulu, Tina pasti selamat. Komandan Tio masih ada disana. Dia pasti nyelamatin Tina.

 

RISMA

Gue nggak mau Tina kenapa-napa Ger...(Menangis)

 

GERRY

Lo tenang dulu. Gue juga khawatir sama Tina.

 

Risma memaksa keluar.

Doni menahan Risma.

 

RISMA

Don, lo udah janji bakal selamatin Tina. Kenapa lo kesini sendiri...!(Marah). Mana Tina Don...(Masih menangis)


Doni tak bisa menjawab. 

CUT TO

130. EXT. JALAN

Komandan Tio berusaha sekuat tenaga menyelamatkan Tina.

Namun dia kehabisan peluru.

 

KOMANDAN TIO

Sial.


Komandan Tio melihat kearah Tina. 

Tina sudah tak sadarkan diri.

Beberapa zombi memangsanya.

Komandan Tio kemudian melihat segerombolan zombi kembali berdatangan.

Dia tidak bisa menyelamatkan Tina.

Dia juga tidak bisa berlari ke mobil sebab zombi-zombi itu muncul dari segala arah.

 

KOMANDAN TIO

Nikoo! Jalaan!(Berteriak)

 

CUT TO(dalam mobil)

Niko mendengarnya.

Dia bingung.

Dia tidak ingin meninggalkan komandannya.

CUT BACK TO

 

KOMANDAN TIO

Niko, cepat jalan! Ingat kata saya tadii!!(Berteriak)

 

Niko harus menjalankan mobilnya, sebab ini perintah dari sang Komandan.

Komandan Tio mendekat ke Tina.

Dia menendang dan memukul zombi-zombi itu.

 

KOMANDAN TIO

Tina, hei. Saya disini. Tenang aja.

 

Komandan Tio berusaha membawa Tina pergi dari tempat itu.

Namun, virus mulai menjalar ke tubuh Tina.

Perlahan dia berubah menjadi zombi.

Dia kemudian menggigit leher Komandan Tio.


KOMANDAN TIO

Aaa!!(Kesakitan). Nggak papa... Nggak papa. Saya disini.


CUT TO

131. INT. DALAM MOBIL

Niko tak bisa meninggalkan Komandan Tio.

Dia turun dan berusaha menyelamatkan komandan Tio.

 

NIKO

Hei(Doni), bawa mobilnya pergi. Saya harus selamatkan Komandan.

 

Doni, Naya, Gerry, Risma dan Rita masih berada di dalam mobil.

Niko berlari kearah Komandan Tio.

CUT TO(Jalan)

 

NIKO

Komandan!

 

Niko mencoba mendekat ke komandan Tio.

Dia membawa sebilah kayu.

Setelah itu dia memukul Tina yang sedang memangsa komandan Tio.

 

KOMANDAN TIO

Niko... Ngapain kesini!?(Menahan sakit). Cepat pergi! Bawa mereka ke pelabuhan.

 

NIKO

Ayo Komandan. Saya bantu.

 

KOMANDAN TIO

Niko, Pergii!!

 

NIKO

Maaf komandan, saya nggak akan tinggalkan Komandan(meneteskan air mata).

 

Datang beberapa zombi menyerang Niko.

Niko berusaha melawan.

Lengan Niko sedikit terkena gigitan zombi.

Niko memukul Zombi-zombi itu dengan kayu.

Komandan Tio membantu Niko.

 

KOMANDAN TIO

Niko! Dengarkan saya... Ini perintah terakhir saya. Cepat pergi dari sini. Bawa mereka(Doni, Gerry, Rita dan Naya) ke pelabuhan dengan selamat. Jangan buat usaha kita sia-sia.

 

Niko masih tidak bisa.

Namun dia juga tidak ingin membiarkan Doni dan lainnya sendiri.

Zombi semakin banyak berdatangan.

 

KOMANDAN TIO

Niko, tolong. Saya tahan mereka(melihat kearah zombi). Saya sudah terinfeksi.

 

Mau tidak mau, Niko harus kembali ke mobil.

Dia harus meninggalkan sang Komandan.

Dengan perasaan sedih, dia berlari kembali ke mobil.

Beberapa zombi mengejarnya.

CUT TO(dalam mobil)

Niko kembali masuk ke mobil.

 

NIKO

Jalan.

 

DONI

Mana Komandan? Mana Tina?

 

NIKO

Udah cepat jalan!(Menahan sedih)

 

RISMA

Tina...(Semakin menangis)

 

RITA

Kak Tina...


NIKO

Maaf, teman kalian nggak selamat.(Sedih)

 

Doni terkejut.

Dia sangat sedih mendengar hal itu.

Niko merasa bersalah karena tidak bisa menolong Tina dan komandan Tio.

Risma menangis sejadi-jadinya.

Rita terus memeluknya.

Gerry tak menyangka.

Namun, mereka harus menuju pelabuhan sekarang juga.

Zombi-zombi mulai mengerubungi mobil.


NIKO

Cepat jalan!


Doni menjalankan mobil.

Dia menabrak Zombi-zombi itu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)