96. INT. DALAM KAPAL - RUANG KEMUDI - PAGI
Kapal kota sebrang dalam perjalanan menuju pelabuhan kota Marakas.
PAK WIJAYA
Hen, siapin koridor tengah. Biar nanti semua orang bisa langsung masuk.(Sembari memegang kemudi kapal).
HENDRI
Iya pak. Pak, sebenarnya ada apa ya di kota Marakas? Sampai minta bantuan kayak gini?
PAK WIJAYA
Denger denger sih, katanya disana lagi ada virus berbahaya. Dan semua orang disana bakal diungsikan ke kota Sebrang.
HENDRI
Beneran itu pak??
PAK WIJAYA
Kayaknya beneran. Lah ini buktinya, kita disuruh jemput mereka.
HENDRI
Tau gini saya nggak ikut pak. Ngeri kena virusnya.
PAK WIJAYA
Tenang... Nih(mengambil masker di tas), saya bawa masker buat kita pakai disana nanti.
HENDRI
Syukurlah kalau gitu. Aman berarti. Yaudah, saya ke koridor tengah dulu.
CUT TO
97. INT. DALAM MOBIL 1
Komandan Tio dan lainnya masih dalam perjalanan ke kota.
Jarak untuk sampai ke kota Marakas masih cukup jauh.
KOMANDAN TIO
Terus perhatikan semua area. Jangan sampai terlewat.
DERI DAN NIKO
Siap komandan.
CUT TO
98. INT. DALAM MOBIL 2
Letnan Heri melihat 3 orang yang sedang berjalan di pinggir.
LETNAN HERI
Stop! Stop.
Tentara 1 memberhentikan mobil.
Letnan Heri turun.
Tentara 1 dan 2 turun.
CUT TO
99. INT. DALAM MOBIL 1
Komandan Tio memberhentikan mobilnya.
Dia melihat Letnan Heri keluar dari mobil.
Komandan Tio, Deri dan Niko langsung turun dari mobil mereka, lalu menghampiri Letnan Heri.
CUT TO
100. EXT.PINGGIR JALAN
KOMANDAN TIO
Kenapa?
LETNAN HERI
Itu, ada 3 orang disana. Mungkin mereka belum terinfeksi.
Komandan Tio melihat orang yang dimaksud.
KOMANDAN TIO
Deri, Niko, kalian tunggu disini. Amankan area sekitar.
Komandan Tio, Letnan Heri dan seorang tentara menghampiri 3 orang yang mereka lihat.
CUT TO
Letnan Heri coba mengajak ngobrol 3 orang itu.
LETNAN HERI
Maaf, kalian mau kemana?
3 orang itu sedikit takut dengan kehadiran Komandan Tio dan lainnya.
KOMANDAN TIO
Jangan takut, kita datang untuk selamatkan kalian.
3 orang itu langsung lega dan senang mendengar perkataan Komandan Tio.
ORANG 1
Kita selamat bu, pak...(Bersyukur)
KOMANDAN TIO
Sebaiknya kita masuk ke mobil sekarang. Bahaya disini.
ORANG 2
Mau kemana? Semuanya sudah hancur. Nggak ada tempat yang aman.
KOMANDAN TIO
Masih ada. Saya bisa jamin.
3 orang itu berdiskusi.
1 menit kemudian, mereka selesai berdiskusi.
ORANG 2
Yasudah, kita ikut.
KOMANDAN TIO
Mari.
3 orang itu akhirnya mau ikut Letnan Heri dan Komandan Tio.
Mereka masuk kedalam mobil.
Lalu Letnan Heri dan lainnya melanjutkan perjalanan menuju kota Marakas.
CUT TO
101. INT. DALAM MOBIL NAYA
Naya dan lainnya masih dalam perjalanan menuju kota Marakas.
Tak lama kemudian, mobil Naya tiba-tiba mati.
BOBBY
Eh eh, kenapa ini??
Naya mencoba menyalakan mobil.
RISMA
Kenapa Nay?
Naya melihat indikator bensin mobil sudah berada di huruf 'E'.
NAYA
Sial(memukul stir). Bensin gue habis.
TINA
Cobaan apa lagi ini...(Lelah)
Mereka mulai bingung.
Doni memberi solusi.
DONI
Kita turun. Cari mobil lain.
TINA
Eh, jangan. Bahaya...(Takut). Enggak enggak. Nanti kalo ada zombi gimana??
RISMA
Lebih bahaya lagi kalau kita disini terus Tin. Udah ayo.
TINA
Ya tapi kan...
RISMA
Tina, tolong. Kita cari mobil lain, ya?
Tina akhirnya setuju.
CUT TO(jalanan sepi)
Risma dan lainnya turun dari mobil Naya.
Mereka mencari mobil lain.
JUMP CUT TO
20 menit mereka berjalan.
Tak ada satupun kendaraan yang mereka temukan.
Risma nampak terus memegang erat tangan Rita.
BOBBY
Haduuh(lelah), mana ini. Dari tadi nggak dapet dapet nih mobil. Capek gue.
TINA
Gue juga. Capek.
NAYA
Cari terus, ntar juga dapet.
Doni membantu Gerry berjalan.
Tak lama, Doni melihat sebuah mobil terparkir di sebelah rumah kosong.
DONI
Hei. Itu(menunjuk kearah sebuah mobil). Ada mobil.
Naya dan lainnya melihat mobil yang di maksud Doni.
Tampak disekeliling mobil berkumpul beberapa zombi.
RISMA
Nggak mungkin kita kesana.
TINA
Cari yang lain aja aja. Jangan yang itu.
DONI
Kita harus ambil mobil itu. Kalian mau cepat sampai ke kota kan??
BOBBY
Don, lo lihat kan di sebelah mobil itu ada apaan?? Zombi Don. Belum masuk mobil udah mati kita.
DONI
Iya gue tau. Tapi itu satu-satunya mobil yang bisa kita pakai. Ayolah, kita pasti bisa ambil tuh mobil.
Risma dan lainnya berfikir.
Akhirnya mereka setuju.
RISMA
Yaudah, gue setuju.
BOBBY
Jangan cuma setuju doang. Cara kita ngambil tuh mobil gimana? Kasih ide.
Naya menemukan sebuah cara.
NAYA
Gue ada satu cara buat kita bisa ambil mobil itu.
Mereka kemudian berkumpul dan berdiskusi.
NAYA
Kalian lihat disana(Menunjuk kearah sebuah rumah lain), ada beberapa kaleng disamping rumah itu. Kita bisa gunakan kaleng-kaleng itu buat ngejauhin zombi dari mobil.
DONI
Caranya?
NAYA
Kita lempar kaleng-kaleng itu jauh dari mobil. Kalau kita beruntung, mereka(zombi) harusnya ikutin suara kaleng yang kita lempar. Kalau enggak, terpaksa kita cari cara lain.
DONI
Kita coba.
TINA
Siapa yang mau ambil kalengnya? Jauh banget lagi disana.
Semua menatap Bobby.
BOBBY
Enggak! Enggak. Jangan gue lagi. Gue udah kapok.
NAYA
Kalian siap-siap. Gue yang ambil kalengnya.
BOBBY
Nah, gitu dong. Ini baru kerja tim.
RISMA
Gue bantu.
NAYA
(Menganggukkan kepala). Yang lain, siap-siap lari ke mobil. Setelah zombi-zombi itu menjauh dari mobil, langsung masuk. Gue tunggu di seberang jalan.
Naya dan Risma bersiap.
RISMA
Rita, kamu sama kak Tina sebentar ya. Kakak harus ambil kaleng-kaleng dirumah itu(menunjuk rumah kosong). Kakak janji nggak akan lama.
Doni melihat Risma.
Tina kemudian menggandeng tangan Rita.
TINA
Kalian hati-hati ya(khawatir).
RISMA
Tenang aja. Jagain Rita.
Doni kemudian menghampiri Risma dan Hana.
Dia tak mau Risma melakukan hal bahaya.
DONI
Biar gue yang pancing mereka(zombi). Kalian(Risma dan Naya) siap-siap ke mobil sama yang lain.
NAYA
Don, gue sama Risma aja.
DONI
Udah gue aja. Satu orang lebih aman. Gue nggak mau kalian kenapa-napa(menatap Risma).
Naya dan Risma akhirnya setuju.
Risma mulai mengkhawatirkan Doni.
Dia mengobrol dengan Doni.
RISMA
Don, tolong cepet masuk mobil setelah lo ambil kaleng-kaleng itu.
DONI
Pasti(Tersenyum).
NAYA
Hei, gue coba secepatnya nyalahin mobil. Setelah itu, gue tunggu lo di seberang jalan.
DONI
Iya.
Naya memberikan senapannya ke Doni.
NAYA
Buat jaga-jaga.
DONI
Nggak perlu.
Doni kemudian pergi.
Risma sangat khawatir dengan Doni.
Dia terus menatap Doni.