Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Raga Tanpa Jiwa
Suka
Favorit
Bagikan
18. Scene 18

124. EXT. DEPAN RUMAH - DESA TAK DIKENAL - MALAM

Komandan Tio dan Niko sedang bersiap mengganti roda mobil.

 

KOMANDAN TIO

Niko, coba cari dongkrak.

 

NIKO

Siap komandan.


Niko mencari dongkrak di setiap tempat di mobil. 

CUT TO(teras rumah)

Doni dan lainnya menunggu di teras sebuah rumah.

Nampak wajah mereka begitu lelah.

Mereka terdiam merenung.

Rita menatap langit dengan sedih sembari menyenderkan kepalanya di tembok rumah.

Risma melihat Rita.

Dia menghampirinya.


RISMA

Hei. Kenapa?


RITA

(Menghela nafas). Rita kangen sama mama. Sama Bu Jesika juga. Vino. Pingin banget ketemu mereka sekarang...(Mulai meneteskan air mata).


Risma menahan sedih.

Dia memeluk Rita.


RISMA

Rita, udah ya(mengusap air mata Rita). Kakak yakin, Mereka pasti sedang lihatin Rita sekarang. Dan mereka ingin Rita selamat dari ini semua. Kakak janji akan selalu jagain Rita.


RITA

Makasih kak.


RISMA

Iya(tersenyum).


Bobby dan lainnya nampak sedih melihat Rita.


TINA

Pingin nangis.(Sedih melihat Rita).


Gerry dan lainnya ikut sedih.

Mereka juga teringat keluarga dan orang tersayang mereka yang entah selamat atau tidak.

Naya coba merubah suasana sedih ini.

Dia membuka tasnya.

Lalu mengeluarkan beberapa makanan.

 

NAYA

Udah sedih sedihnya. Sekarang kita makan dulu. Nih, kalian ambil yang kalian suka.

 

BOBBY

Wah ini, yang gue tunggu-tunggu. Udah laper gue dari tadi.


TINA

Dapet dari mana nih makanan??


NAYA

Gue bawa dari supermarket waktu itu.


Risma mengajak Rita untuk makan.


RISMA

Rita, makan dulu ya. Kakak ambilin.


RITA

Iya kak.


Mereka makan dengan lahap.

Saat sedang makan, Gerry nampak mulai merasakan sesuatu.

Seperti ada yang memepehatikan dia dan lainnya.

Gerry melihat kearah rumah dibelakang.

Tak ada siapapun.

Dia mendekat ke Naya.

 

GERRY

Nay, gue kok ngerasa nggak enak ya. Kayak ada yang ngelihatin kita.

 

NAYA

Udahlah jangan aneh-aneh. Makan aja. Lagian nih tempat emang gelap, wajar kalo lo ngerasa ada yang merhatiin

 

GERRY

Iya juga sih.


Gerry lanjut makan. 

CUT TO

 

TINA

Gerry, gimana kaki lo? Udah enakan?

 

GERRY

Lumayan, udah bisa buat jalan.

 

TINA

Syukurlah kalo gitu.

 

GERRY

Makasih ya udah bantu perban kaki gue.

 

TINA

Iya sama-sama. Ger, gue pingin deh cepet-cepet bisa sampai ke pelabuhan, gue udah capek lari-lari terus.

 

GERRY

Gue juga lah. Nggak mau gue berurusan sama zombi-zombi sialan itu lagi.

 

TINA

Gue udah nggak sabar ngelihat orang-orang disana. Beberapa hari ini gue cuma bisa ngelihat zombi-zombi jelek itu.

 

GERRY

Kan lu bisa lihat gue, yang tampan ini. Lo bakal ngerasa tenang karena ketampanan gue.

 

TINA

Ih, yang ada gue muntah lihat lu.

 

GERRY

Mana ada. Masa lihat orang tampan muntah. Aneh-aneh aja lu. Tuh lihat Naya, semenjak lihat ketampanan gue, dia jadi semangat terus.


NAYA

Jangan bawa-bawa gue.

 

Gerry mencoba menghibur semuanya.

 

BOBBY

Kok gue masih laper ya. Boleh ambil lagi gak?

 

NAYA

Ambil aja.

 

BOBBY

Emang baik si Naya ini. Makasih ya.

 

TINA

Bobby! Gue juga mau, jangan dihabisin doong.

 

BOBBY

Iya iya. Masih banyak ini.


Risma dan Rita tersenyum melihat kelakuan Bobby dan Tina.

 

RISMA

Rita, kamu mau roti lagi?

 

RITA

Udah kak. Udah kenyang.(Tersenyum).

 

Rita nampak mulai bisa tenang.

Dia merasa nyaman dekat Risma.


RITA

Kak, Rita boleh tidur dulu nggak?


RISMA

Oh iya, kamu tidur aja. Sini deket kakak. Nanti kalau mobilnya udah selesai kakak bangunin.

 

Rita tidur.

JUMP CUT TO

30 menit telah berlalu, Komandan Tio, Doni dan Niko akhirnya selesai mengganti ban mobil.

 

DONI

Udah, beres.

 

KOMANDAN TIO

Kita lanjut jalan. Panggil yang lain.

 

Doni menghampiri Risma dan lainnya.

 

DONI

Roda nya udah diganti. Kita lanjut ke pelabuhan.


Bobby dan lainnya sudah sangat ingin sampai ke Pelabuhan.


RISMA

Rita, hei. Mobilnya udah selesai. Ayo.


Rita bangun.

Mereka bersiap masuk mobil.

Namun, saat akan memasuki mobil, datang seorang anak kecil dari dalam rumah.

Anak itu menghampiri Risma dan meminta tolong.

 

ANAK KECIL

Kak, tolong kaak...(wajah ketakutan)

 

RISMA

Eh(Terkejut).

 

ANAK KECIL

Tolongin kak...

 

RISMA

Kamu kenapa?

 

ANAK KECIL

Ayahku, didalam. Tolong kak!

 

RISMA

Ayah kamu kenapa??

 

ANAK KECIL

Ayo kak!(Memaksa)

 

Anak itu masuk ke dalam rumah.

Risma mengikuti anak kecil itu.

Saat akan masuk, Risma ditarik oleh Naya.

 

NAYA

Hei, udah biarin. Kita harus lanjut ke pelabuhan.

 

RISMA

Nay, gue harus masuk. Kasihan dia.

 

RITA

Kak, jangan masuk...(Menahan Risma) Kita lanjut aja ya.(Memohon).

 

RISMA

Rita, kakak harus bantu dia. Kasihan dia sendirian disini. Kamu tunggu di mobil dulu ya.

 

RITA

Kalo gitu aku ikut. Aku nggak mau nunggu di mobil.

 

RISMA

Yaudah. Tapi kamu terus dideket kakak ya.

 

DONI

Risma, biar aku aja yang masuk. Kamu tunggu sini.

 

Tak lama komandan Tio langsung masuk.

 

KOMANDAN TIO

Kalian diam disini. Niko, jaga mereka.

 

NIKO

Siap komandan!

 

Namun Risma ikut masuk.

Bobby dan lainnya ikut masuk.


NIKO

Hei hei, kok masuk semua ini...(Bingung)


Niko ikut masuk.

CUT TO

125. INT. DALAM RUMAH KOSONG


KOMANDAN TIO

Ngapain kalian ikut??

 

DONI

Lebih baik terus berdekatan. Itu lebih aman.

 

KOMANDAN TIO

 Tetap dibelakang saya. Jangan ada yang pisah.

 

Anak kecil itu tiba-tiba datang.

 

ANAK KECIL

Kaak, disini kak. Tolong ayahku kak(Menarik Risma).

 

RISMA

Eh... Mana ayah kamu??


CUT TO(kamar tidur)

Mereka kemudian sampai di depan pintu ruang kamar tidur.

 

ANAK KECIL

Ayah didalem kak.

 

Risma perlahan mendekat ke pintu.

Risma bersiap membuka pintu.

Tak lama Doni menghampiri Risma.

 

DONI

Tunggu. Kita nggak tau dia(ayah anak kecil) terinfeksi atau nggak. Bahaya kalau kita buka.

 

RISMA

Don, aku paham situasinya sekarang. Tapi, dia anak kecil lo. Sendirian disini. Butuh bantuan. Seenggaknya kita coba bantu dulu.

 

RITA

Kak, bener kata kak Doni, kita ke mobil aja...(Memohon)

 

RISMA

Rita, nggak papa kok. Kamu tenang aja ya. Sini pegang tangan kakak.


DONI

Yaudah, biar gue yang buka pintunya. Kalian semua menjauh.

 

Doni membuka pintu ruangan itu perlahan.

 

KOMANDAN TIO

Niko, bersiap.

 

Komandan Tio, Naya dan Niko mengarahkan senjata mereka ke ruangan itu untuk berjaga-jaga.

Saat pintu terbuka, satu zombi langsung menyerang Doni.

Doni sangat terkejut.

Zombi menarik baju Doni.

Bobby dan lainnya mulai panik dan takut.


TINA

Astaga! Astaga!


RISMA

Doni!!(Coba membantu Doni lepas dari zombi).


Doni mencoba melepaskan diri dari zombi.

Komandan Tio menembak Zombi itu.

Zombi itu kembali menyerang Doni.

Niko menendang zombi itu.

Zombi terpental.

Pistol Niko terjatuh.


GERRY

Tutup pintunya!


Zombi itu kembali bangkit.

Dia coba keluar dari kamar.

 

NAYA

Semuanya keluar. Cepat!

 

BOBBY

Haduuh...(Panik) Kenapa jadi gini...

 

KOMANDAN TIO

Niko, cepat masuk mobil! Nyalakan mobil.

 

Doni dan lainnya berusaha menuju mobil.

Zombi berhasil keluar dari kamar.

Dia mengejar Bobby dan lainnya.

CUT TO

Pintu rumah terkunci.

Anak kecil itu mengunci pintu dari luar, dan disebelahnya ada seorang pria misterius memakai topi.

Risma dan lainnya tak bisa keluar.


RISMA

Hei, hei... Dek. Buka pintunya, buka pintunya!(Menggedor-gedor pintu)

 

Anak kecil itu pergi bersama pria misterius dan mengambil mobil Komandan Tio.

Komandan Tio coba menembak pintu.

Namun, pelurunya habis.

Doni dan Bobby mencoba mendobrak.

Pintu masih sangat kuat.

Peluru Naya tersisa 2.

Dia tak ingin membuang-buang peluru.

Naya tak jadi menembak.

 

NAYA

Minggir!

 

Naya mendobrak pintu.

Pintu masih belum terbuka.

 

KOMANDAN TIO

Niko, tembak gagang pintunya.

 

NIKO

Maaf komandan, pistol saya jatuh di ruangan tadi.

 

DONI

Kunci mobil... Mana kuncinya?(Bertanya ke Niko)

 

Niko mencari disakunya.

Kunci tidak ada.

 

NIKO

Kuncinya, ada di dalam mobil.

 

TINA

Hah? Aduuhh gimana siih...(Cemas)


CUT TO 

Anak kecil dan Pria misterius itu pergi memakai mobil Komandan Tio.

CUT BACK TO

Zombi tiba-tiba datang menyerang Bobby.

 

BOBBY

Eh!!(Mencoba melawan)... Tolong! Tolong!

 

Doni dan lainnya membantu Bobby.

Naya menembak zombi itu tepat di kepala.

Zombi itu mati.

 

NAYA

Harusnya kita nggak masuk kerumah ini. Gue udah ingetin lo(Risma) tadi. Cari masalah aja!

 

Naya sangat marah ke Risma.

 

RISMA

Gue cuma mau bantu anak kecil itu. Kasihan dia.

 

NAYA

Ya lo harusnya mikir dikit, lihat situasinya sekarang!

 

RISMA

Kalo lo nggak mau ikut, ngapain lo masuk juga tadi!? Tunggu aja di mobil.

 

Risma dan Naya bersitegang.

 

KOMANDAN TIO

Hei hei, udah! Jangan ribut. Mobil kita udah diambil. Sekarang kita cari cara buat ke pelabuhan. Itu yang harus kita pikirkan, bukan ribut kayak gini.

 

Bobby masih kesakitan akibat serangan zombi.

Gerry membantu Bobby.


GERRY

Bon, lo nggak papa kan??


Saat Gerry mencoba membantu Bobby berdiri, Gerry melihat tangan Bobby terluka.

Tampak bekas gigitan di lengan kanan Bobby.

Gerry kemudian menghampiri Doni.

Gerry berbisik ke Doni.

 

GERRY

Don.

 

DONI

Apa?

 

GERRY

Lo, coba lihat tangan Bobby.

 

DONI

Kenapa?

 

GERRY

Udah lo lihat aja.

 

Doni menghampiri Bobby.

Dia kemudian melihat luka di tangan Bobby.

Doni sangat terkejut.

Luk

Bobby melihat luka ditangannya.

 

BOBBY

Don...(Takut). Gue nggak mau mati Don...(Menangis) Tolongin gue Don...

 

Bobby tidak ingin dirinya menjadi zombi.


DONI

Bob. Lo tenang ya... Lo nggak akan kenapa-napa, percaya sama gue. Sebentar lagi kita sampai ke pelabuhan. Lo pasti sembuh.

 

BOBBY

Don, gue nggak mau jadi zombi...(Menangis).

 

Risma dan lainnya melihat Bobby.

Mereka melihat luka di tangan Bobby.

 

TINA

Bobby...(Tidak percaya)

 

RITA

Kak Bobby(Terkejut).


Bobby sudah merasa dirinya tak akan selamat.

Dia sudah pasrah.

Bobby duduk di lantai sembari bersandar di dinding rumah.

 

BOBBY

Maaf, gue cuma bisa sampai sini. Gue nggak bisa ikut kalian(menangis) ke pelabuhan.

 

DONI

Nggak nggak. Lo harus tahan. Bentar lagi kita sampai pelabuhan. Disana pasti ada obat yang bisa nyembuhin lo, percaya sama gue(menahan sedih).

 

Doni kemudian mencoba mendobrak-dobrak pintu.

Namun pintu terlalu keras.

Doni tidak berhasil.


BOBBY

Don... Udah, gue nggak mau ngebahayain lo sama yang lain. Gue cuma mau minta satu hal sama lo. Tembak gue sebelum gue jadi zombi. Gue nggak mau jadi monster sialan itu. Tolong Don...(Memohon)

 

DONI

Bob, gue nggak akan tembak lo. Lo akan baik-baik aja. Jangan ngomong yang aneh-aneh.

 

Doni tidak sanggup lagi menahan sedihnya.

Tina dan Rita menangis.

Risma meneteskan air mata.

Gerry, Tina, Risma, Rita memeluk Bobby.


RISMA

Bob, maafin gue. (Merasa bersalah).

 

BOBBY

Enggak, ini bukan salah siapa-siapa. Don, cepet bunuh gue. Badan gue udah mulai mati rasa. Tembak gue sekarang!

 

Doni tidak bisa berbuat apa-apa.

Bobby mulai merasakan tidak enak di badannya.

Komandan Tio menyuruh Niko mengambil pistolnya yang terjatuh di depan ruangan tadi.

Niko pergi mengambilnya.

Lalu, Niko memberikan pistol ke Komandan Tio.

Komandan Tio memberikan pistol ke Doni.

 

KOMANDAN TIO

Tembak dia(menahan sedih).

 

Doni benar-benar tidak sanggup.

Komandan Tio memutuskan untuk menembak Bobby karena akan berbahaya jika terlalu lama.

 

KOMANDAN TIO

Kalian sebaiknya menjauh, biar saya yang melakukan ini.

 

NAYA

Tina, Rita, ayo.

 

DONI

Bob...(Menangis)

 

Tina, Risma, Rita dan Gerry masih sangat sedih.

Mereka tak sanggup meninggalkan Bobby.

 

GERRY

Bob. Maaf, gue nggak bisa selamatin lo(Memeluk Bobby).


Bobby tersenyum ke teman-temannya.

 

BOBBY

Kalian harus selamat.

 

Mereka tidak sanggup melihat Bobby.

Kemudian mereka masuk ke dalam sebuah ruangan.

Komandan Tio bersiap menembak Bobby.

 

KOMANDAN TIO

Bobby, ini demi kebaikan kita semua.

 

BOBBY

Iya, saya paham. Tolong jaga teman-teman saya. Bawa mereka sampai ke pelabuhan dengan selamat. Itu aja yang saya inginkan.

 

KOMANDAN TIO

Pasti.

 

Komandan Tio menembak Bobby tepat dikepala.

Doni, Rita, Gerry, Tina dan Risma menangis mendengar suara tembakan itu.

Niko dan Naya mencoba menenangkan Doni dan lainnya.

Bobby tewas.

Komandan Tio menghampiri Doni dan lainnya.

 

KOMANDAN TIO

Saya tau kalian sedih, tapi kita harus tetap berjuang. Jangan sampai kematian Bobby sia-sia. Kita harus sampai pelabuhan gimanapun caranya.

 

Komandan Tio mencoba membuat Doni dan lainnya tidak menyerah karena kematian Bobby.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)