Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
152. INT DALAM LABORATORIUM - KOTA SEBRANG – SORE(15.00)
Profesor Indra dan Dokter Jihan masih belum berhasil membuat obat penawar untuk menghilangkan virus zombi.
DOKTER JIHAN
Profesor Indra hanya terdiam.
Dia terus fokus.
DOKTER JIHAN
Walikota mendatangi laboratorium.
Dia menemui Dokter Jihan dan Profesor Indra.
DOKTER JIHAN
Raut wajahnya tampak seperti menyesal.
WALIKOTA
Dokter Jihan sedikit terkejut.
Profesor Indra membanting semua cairan kimia didekatnya.
Dia terduduk lesu dilantai.
Profesor Indra menangis teringat Richard.
Dokter Jihan coba menenangkan.
WALIKOTA
Walikota kemudian pergi.
Dokter Jihan turut sedih melihat keputusan presiden.
DOKTER JIHAN
Coba terus menenangkan Profesor Indra.
DOKTER JIHAN
PROFESOR INDRA
Mereka tertunduk lesu.
FLASHBACK
24 jam yang lalu...(Kemarin)
(Int. Dalam gedung presiden - sore)
Semua sedang membahas masalah virus di kota Marakas.
PRESIDEN
Beberapa walikota sedikit tak setuju.
WALIKOTA JATI
WALIKOTA GRAHA
Bersitegang terjadi diantara mereka.
Walikota Sebrang tampak ingin menyampaikan tentang Profesor Richard yang masih coba membuat obat penawar.
Namun dia ragu.
PRESIDEN
Semua walikota perlahan diam.
PRESIDEN
Semua walikota mulai berfikir itu ada benarnya.
PRESIDEN
Mereka semua hening.
Tak ada yang memberi saran lain.
Walikota sebrang tampak hanya diam.
Dia tak memberitahu soal profesor Indra.
PRESIDEN
Akhirnya pengeboman kota Marakas menjadi keputusan bersama.
PRESIDEN meninggalkan ruangan.
END FLASHBACK
CUT TO
153. EXT. PELABUHAN – SORE
Kapal pak Wijaya dan Hendri hampir sampai di pelabuhan.
Mereka terkejut melihat keadaan pelabuhan yang sudah kacau.
Hendri menatap kearah pelabuhan dengan wajah tidak percaya.
PAK WIJAYA
HENDRI
PAK WIJAYA
HENDRI
PAK WIJAYA
HENDRI
PAK WIJAYA
Bel kapal dibunyikan oleh Hendri.
CUT TO(pelabuhan)
Para zombi terlihat coba mendekat ke kapal.
Namun mereka tak bisa melewati air.
Zombi-zombi tertahan di pinggir pelabuhan.
CUT TO
154. INT. DALAM TENDA KONTAINER
Doni dan Risma mendengar bunyi bel kapal.
Mereka sangat lega kapal itu benar-benar datang.
Risma membangunkan Gerry, Rita dan Naya yang tertidur.
RISMA
Gerry, Naya dan Rita bangun.
Mereka tampak langsung bersemangat.
RITA
RISMA
Rita dan Risma lega.
NAYA
DONI
Naya coba percaya.
GERRY
DONI
Doni mengintip dari cela pintu kontainer yang sedikit terbuka.
VIEW(pelabuhan)
Segerombolan zombi masih berada di area pelabuhan.
Terlihat kapal sudah sampai dan berhenti agak jauh dari pelabuhan.
Beberapa zombi sedang berada di tepi laut berusaha menuju kapal.
CUT BACK TO(Dalam kontainer)
RISMA
DONI
Mereka semua bingung harus bagaimana.
RITA
Doni sempat melihat ada beberapa batu didepan kontainer.
Dia teringat cara yang dipakai Naya saat berhasil mengalihkan zombi dengan melempar kaleng waktu itu.
DONI
GERRY
DONI
NAYA
Gerry dan Doni perlahan keluar dari kontainer mengambil batu-batu di depan tenda.
CUT TO(Depan kontainer)
Dengan hati-hati Gerry dan Doni mengambil batu-batu itu.
Mereka berhasil mengumpulkan beberapa batu.
Setelah itu mereka berdua kembali masuk kedalam kontainer.
CUT BACK TO(Dalam kontainer)
DONI
NAYA
DONI
Gue yang pancing mereka(zombi). Gue pastiian mereka(zombi) menjauh dari pelabuhan. Setelah itu kalian bisa lakukan tugas kalian. Ingat, jangan ada yang keluar dari sini sebelum gue berhasil alihkan mereka(zombi), paham?
NAYA
RISMA
Risma khawatir terhadap Doni
DONI
Doni mencoba menenangkan Risma.
Risma masih berat membiarkan Doni memancing zombi-zombi itu.
DONI
Doni bersiap keluar.
Risma menahan Doni
RISMA
Doni terkejut Risma memeluknya.
Betapa bahagianya Doni saat ini, meski dia akan lakukan hal berbahaya.
Naya sedikit tak nyaman melihat itu.
Doni kemudian keluar perlahan.
Dia memebawa beberapa batu di sakunya.
Lalu dia mengendap-endap pergi ke gerbang pelabuhan depan.
CUT TO
155. EXT. SAMPING GERBANG PELABUHAN
Doni mencari tempat yang aman.
Setelah itu dia mencari sesuatu yang berbunyi ketika dia lempari batu.
Terlihat sebuah besi yang telah berkarat di seberang gerbang masuk pelabuhan.
Doni mulai melempar batu-batu itu ke besi yang berkarat.
'suara batu membentur besi cukup keras'
CUT TO
Para zombi mendengarnya dan langsung mengikuti suara tiang yang terbentur batu itu.
CUT BACK TO
Doni kemudian lari ke belakang semak-semak untuk sembunyi.
Beberapa zombi mulai keluar dari area pelabuhan.
Doni kembali melempar batu ke besi.
Zombi-zombi lainnya mengikuti suara itu dan menjauh dari pelabuhan.
CUT TO
156. INT. DALAM KONTAINER
Gerry, Rita, Risma dan Naya bersiap menjalankan rencana mereka.
Naya mengintip kearah luar.
Doni telah berhasil memancing zombi-zombi menjauh dari pelabuhan.
NAYA
GERRY
RISMA
RITA
Naya, Gerry, Risma dan Rita keluar dari kontainer.
Mereka menjalankan rencana.
CUT TO
157. EXT. DEPAN KONTAINER MERAH
Gerry memanggil orang didalam kontainer untuk keluar.
Gerry mengetuk pintu kontainer.
GERRY
Seseorang mengintip.
GERRY
20 orang didalam kontainer itu masih tak percaya.
Mereka hanya menatap Gerry dan tak mau keluar.
Gerry bingung.
CUT TO
Sementara Risma dan Rita berusaha melambaikan tangan ke arah kapal.
RISMA
Mereka tidak bisa bersuara kencang.
Pak Wijaya dan Hendri tak menyadarinya.
RISMA
RITA
Risma dan Rita terus melambaikan tangan.
Tak lama Naya datang.
Dia berhasil membawa 15 orang, yang diantaranya ada 5 tentara dan 2 polisi.
NAYA(Berbisik)
RISMA
NAYA
Mereka terus berusaha melambaikan tangan untuk memanggil pak Wijaya dan Hendri
NAYA
Mereka semua nampak bingung.