Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Raga Tanpa Jiwa
Suka
Favorit
Bagikan
22. Scene 22

146. EXT. PELABUHAN – PAGI

Hujan turun dengan deras.

Niko dan 2 tentara yang telah menjadi zombi mulai menyerang orang-orang di pelabuhan.

Orang-orang berlari ketakutan.

Mereka berusaha menuju kontainer untuk berlindung.

Keadaan sangat kacau.

Beberapa tentara yang sedang berjaga, menembaki zombi-zombi itu.

CUT TO(kontainer hijau)

Rita dan lainnya masih mengobrol.

Mereka belum mengetahui keadaan yang sudah kacau.


RITA

Yah, kok hujan.


RISMA

Yaudah disini aja dulu.


Doni, Gerry, Risma, Rita dan Naya kemudian melihat orang-orang berlari ketakutan.

Mereka sedikit terkejut.

Tak lama setelah itu mereka mendengar suara tembakan.

 

GERRY

Kenapa ini??

 

Doni merasa ada yang tidak beres.

 

DONI

Kalian tunggu sini.(Kemudian pergi).

 

RISMA

Doni. Mau kemana?? Rita ayo(Mengikuti Doni).


Gerry dan Naya bingung.

 

GERRY

Kita gimana??

 

NAYA

Ikut aja.

 

Gerry dan Naya mengikuti Doni dan Risma.

CUT TO

Doni melihat beberapa zombi.

Dia dan lainnya sangat terkejut dan tidak percaya.

 

GERRY

Zombi!?(Terkejut dan tidak percaya).


RITA

Mereka kok bisa kesini sih kak...(Takut).


RISMA

Kakak juga nggak tau.


Mereka tampak tak percaya.

 

DONI

Pasti ada yang terinfeksi.

 

GERRY

(Mengehela nafas). Gila. Nggak selesai-selesai nih masalah.

 

Naya teringat perkataan Gerry soal Niko yang belum terlihat dari semalam.

 

NAYA

Niko. Gue rasa dia yang terinfeksi.

 

GERRY

Nggak mungkin lah. Kalau dia terinfeksi, pasti udah berubah dari sebelum kita sampai pelahuhan.

 

NAYA

Dia nggak pernah kelihatan lagi setelah bawa kita ke sini. Gue yakin dia yang terinfeksi.


Gerry dan lainnya merasa itu benar.


GERRY

Bener juga sih.

 

DONI

Kita cari tempat sembunyi. Bahaya disini.

 

Ketika akan pergi, beberapa zombi menyerang Doni dan lainnya.

Doni dan Gerry berusaha melawan zombi-zombi itu dengan tangan kosong.

 

DONI

Kalian(Naya, Risma dan Rita) pergi dulu!

 

RITA

Ayo kak(menarik tangan Risma).


Naya, Risma dan Rita pergi ke kontainer tempat mereka istirahat.

Doni dan Gerry langsung menendang dan memukul zombi-zombi itu.

CUT TO

147. INT. DALAM TENDA KONTAINER

Naya, Risma dan Rita sampai di kontainer.

Mereka masuk kedalam.

Naya mengambil senapannya.

Dia kemudian bersiap pergi ke Doni.

 

NAYA

Risma, lo tunggu sini. Jaga Rita.

 

RISMA

Nay(menahan Naya), lo mau kemana?


Menatap Risma.


NAYA

Jagain Rita.

 

Naya pergi.

 

RISMA

Naya!

 

CUT TO

Doni dan Gerry terus berusaha menghindari zombi-zombi itu.

Mereka berlari.

Tak lama Naya datang.

Dia memukul zombi-zombi itu dengan senapannya.

 

NAYA

Ayo!

 

Naya, Doni dan Gerry berlari menuju kontainer.

 

DONI

Mana Risma??

 

NAYA

Ada di tenda. Tenang aja, dia aman.

 

CUT TO

148. EXT. DEPAN TENDA KONTAINER

Doni, Gerry dan Naya terkejut saat melihat beberapa zombi di dalam kontainer tempat Risma sembunyi.

 

GERRY

Wah sial.

 

DONI

Risma...(Cemas)

 

CUT TO(Depan tenda kontainer)

Risma dan Rita berhasil lolos dari zombi yang ada di dalam tenda kontainer mereka.

Mereka memanggil Doni, Naya dan Gerry agar tidak masuk kedalam kontainer.

Rita dan Risma menghampiri Doni dan lainnya.

 

RISMA

Hei.

 

DONI

Risma. Kamu nggak papa kan??(Sangat khawatir)

 

RISMA

Nggak papa.


NAYA

Cari kontainer lain.

 

Mereka pergi mencari.

CUT TO

Tak lama Risma dan Rita menemukan kontainer yang kosong.

 

RISMA

Disini. Ayo ayo.

 

Mereka masuk. 

CUT TO

149. INT. DALAM TENDA KONTAINER

Gerry dan lainnya coba menutup pintu kontainer.

Pintu kontainer macet, tak bisa tertutup.

 

GERRY

Astaga, berat amat nih pintu(berusaha menutup kontainer).

 

DONI

Coba terus.

 

Mereka berusaha sekuat tenaga.

Pintu mulai tertutup.

Mereka sedikit membuka pintu kontainer agar bisa keluar dan mengintip.

 

DONI

Oke. Kita disini dulu(terengah-engah). Untuk semnetara waktu.

 

RISMA

Tapi Don, kapalnya bentar lagi dateng. Nggak mungkin kita disini.

 

NAYA

Itu bisa kita pikirin nanti. Yang penting sekarang kita aman disini.

 

GERRY

Bener. Gue juga mikir sebaiknya kita disini dulu. Bahaya diluar. Udah capek gue lari-lari terus.

 

CUT TO

VIEW

Area pelabuhan telah dipenuhi zombi.

Separuh orang yang berada di pelabuhan telah menjadi zombi.

Beberapa tentara berusaha menembaki zombi-zombi itu.

Namun mereka kalah jumlah.

Mereka memilih berlindung ke dalam kontainer.

Keadaan yang semula baik-baik saja, langsung berubah menjadi sangat kacau.

CUT TO

150. INT. DALAM KAPAL - RUANG KEMUDI

Kapal pak Wijaya dan Hendri masih beberapa menit lagi untuk sampai ke pelabuhan.

 

PAK WIJAYA

Hen, kayaknya kita sampai dipelabuhan sore. Masih lumayan jauh. Mana hujan lagi.

 

HENDRI

Iya pak. Pak, saya jadi makin takut ini. Masalahnya ini virus lo Pak. Ini sama aja kayak kita disuruh kena virus itu.

 

PAK WIJAYA

Udah kamu itu jangan mikir aneh-aneh. Ada saya kan disini. Aman.

 

HENDRI

Gimana kalo semisal sekarang, mereka semua udah terinfeksi? Kan ngeri pak.

 

PAK WIJAYA

Mensing siapin semuanya, biar nanti orang-orang cepat masuk dan kita langsung pergi dari sana. Ya?

 

HENDRI

Iya pak.


PAK WIJAYA

Bagus.

 

CUT TO

FADE OUT

151. INT. DALAM TENDA KONTAINER – SORE

Hujan mulai sedikit reda.

Risma, Naya, Rita dan Gerry tertidur.

Doni masih berjaga-jaga.

Tak lama Risma bangun.

Risma menghampiri Doni.

 

 

RISMA

Don, gimana? Udah dateng kapalnya?

 

DONI

Kayaknya belum. Gue nggak bisa pastiin.

 

Naya bangun.

 

NAYA

Gue rasa, nggak bakal ada yang datang. Walikota Sebrang nggak akan mau ngebahayain warganya buat dateng kesini untuk selamatin kita. Mereka pasti udah tau soal ini(virus zombi).


DONI

Mereka udah setuju kirim satu kapal. Nggak mungkin dibatalin gitu aja.

 

NAYA

Jangan terlalu berharap. Don, inget lo pernah bilang apa ke gue soal keadaan di kota. Nyatanya? Bener kata gue, kota udah hancur.

 

Doni terdiam.

 

RISMA

Kita tunggu aja, gue yakin kapal itu pasti datang(berharap-harap cemas).
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)