Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Perjuangan 6 orang dari desa Jayatra, yakni Doni, Risma, Tina, Bobby, Gerry dan Leo, untuk bisa selamat dari wabah virus mematikan yang sedang menyebar di seluruh area kota Marakas.
Tak mudah bagi Doni dan ke 5 temannya untuk bisa melewati ini semua. Mereka harus bisa menghindar dari gigitan maupun cakaran orang terinfeksi. Sebab itu bisa menularkan virus berbahaya yang dapat merubah sipapun menjadi monster mengerikan(zombi).
Bukan hanya soal virus, mereka juga dihadapkan dengan berbagai masalah lainnya dalam perjuangan mereka untuk bisa selamat.
Entah apakah Doni dan 5 temannya bisa selamat dari wabah ini?
Dan apakah ada tempat yang aman untuk mereka??
Premis
Bertahan adalah satu satunya cara untuk bisa selamat sembari berharap ada pertolongan.
Pengenalan Tokoh
Kelas 10 SMA Jayatra sedang mengadakan study tour ke laboratorium di kota Marakas. Mereka berangkat menggunakan bus yang disewakan oleh pihak sekolah. Awalnya, kegiatan ini berjalan lancar dan aman-aman saja. Namun, salah seorang siswa yakni Vino mengalami nasib kurang baik. Dia terkena cairan kimia gagal yang akan dimusnahkan. Vino tak sengaja menyentuh cairan itu setelah temannya, Rita, tak sengaja menjatuhkan botol cairan itu ke lantai. Meski awalnya terlihat baik-baik saja, beberapa menit setelahnya Vino mulai merasa tak enak badan. Wajahnya pucat, dan dia nampak sangat lemas. Bu Jesika(Guru) yang melihat keadaan Vino, segera bertindak dan membawa semua siswa kembali ke SMA Jayatra.
Sesampainya di sekolah, Vino langsung dibawa ke UKS. Dari sini, keadaan Vino semakin memburuk. Dia tampak mulai tak terkendali, wajahnya terlihat sangat mengerikan. Vino menyerang siapapun di dekatnya. Bahkan, dia menyerang Bu Jesika dan Rita yang coba menenangkannya. Beberapa siswa sempat terkena gigitan dan cakaran Vino. Mereka mulai terinfeksi, dan menjadi tak terkendali seperti Vino. Situasi semakin kacau, hingga membuat SMA Jayatra berantakan.
Disaat yang bersamaan, Doni, Tina, Risma, Gerry, Bobby dan Leo sedang mengadakan reuni di SMA Jayatra. Mereka hanya ingin mengobrol sembari bernostalgia karena sudah lama tak bertemu. Sayangnya, mereka harus ikut dalam kekacauan ini.
Doni dan kelima temannya beserta Bu Jesika dan Rita, berusaha keluar dari SMA Jayatra yang telah dipenuhi orang terinfeksi. Kejadian-kejadian menegangkan harus mereka alami untuk bisa keluar dari SMA Jayatra. Mereka juga harus menghindar dari orang-orang yang telah terinfeksi.
Beruntung usaha mereka tak sia-sia. Doni dan lainnya berhasil keluar dari SMA Jayatra dan mencari pertolongan.
Akan tetapi, kekacauan ini nampaknya telah menyebar sampai ke desa Jayatra, bahkan sampai ke seluruh area di kota Marakas. Semua tempat sudah tak aman, dan tak ada siapapun bisa menolong.
Perjuangan Doni dan lainnya dimulai dari sini.
Segala kejadian mengerikan harus mereka lewati dengan susah payah. Mereka harus berurusan dengan orang terinfeksi yang sudah menyebar disetiap area. Bahkan, mereka harus rela berkorban demi yang lain bisa selamat.
Setelah perjuangan mereka yang sangat panjang dan melelahkan, secercah harapan mulai mereka dapatkan. Kota Sebrang setuju membantu evakuasi beberapa orang dari kota Marakas yang masih belum terinfeksi. Mereka mengirim satu kapal yang cukup besar ke pelabuhan kota Marakas.
Akan tetapi, hanya tersisa sedikit orang saja dari kota Marakas yang berhasil sampai di kota Sebrang dengan selamat. Mereka harus rela meninggalkan kota Marakas demi memulai hidup baru di kota Sebrang.