Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Mahardika
Suka
Favorit
Bagikan
9. Naik Angkot

EXT. HALAMAN RUMAH DAMAR – PAGI

Langit tampak cerah, warnanya biru bersih dengan gumpalan awan putih tipis. Sinar matahari pagi menembus cela ranting pohon di depan rumah. Cahayanya jatuh ke jendela kamar Damar.


INT. RUMAH DAMAR

Bu Lastri di dapur, sibuk menyiapkan bekal.

BU LASTRI (berteriak)

Dek, ini bekalnya udah siap!


INT. KAMAR DAMAR

Damar (17) mengenakan seragam sekolah putih-abu. Ia mengancingkan baju dengan rapi.

DAMAR (meraih tas, lalu keluar kamar)

Iya Bu!


INT. RUANG MAKAN / DAPUR

DAMAR (menuangkan air putih ke dalam gelas)

Bu, kira-kira Kakak pulangnya kapan, ya?

BU LASTRI (tersenyum sambil mengaduk sesuatu di wajan)

Kangen nih ceritanya?


Spatula bergerak lincah: menyendok, membalik, memutar.

DAMAR (melirik, lalu tertawa kecil)

Ibu kalau muter spatula gitu lucu, tahu. Kayak penyihir lagi ngasih mantra ke bubur.

BU LASTRI (menoleh, menggeleng sambil berdecak)

CK.... Kamu ini, Dek.

(kemudian mengatur gorengan agar terendam minyak)

DAMAR (sambil tersenyum)

Bercanda, Bu.

(Lalu mencuci gelas di wastafel, setelahnya berjalan ke meja makan dekat rak sepatu untuk mengambil kotak bekal dan memasukkannya ke tas)

BU LASTRI (menatap putra bungsunya sekilas)

Kalau kangen sama kakakmu, kenapa nggak telepon aja?

DAMAR (mencium punggung tangan ibunya)

Males ah.

BU LASTRI

Hati-hati di jalan. Kalau angkotnya belum berhenti, jangan langsung loncat.

DAMAR (sebelum pergi, ia mencomot pisang goreng)

Siap Bu!


CUT TO:

SUPER: “DUA TAHUN YANG LALU”

INT. RUMAH DAMAR – PAGI (FLASHBACK)

Damar(15) duduk mengantre kamar mandi. Begitu Citra(17) keluar, Damar langsung berdiri.

BU LASTRI (mengaduk wajan berisi nasi goreng)

Selama masih MOS, Kakak ke sekolah naik angkot aja ya. Nganterin Adek.

CITRA (setengah terpaksa)

Iya deh.

DAMAR (antusias)

Asik! Dianterin Kakak!

(lalu masuk ke kamar mandi)


EXT. DALAM ANGKOT – PAGI (FLASHBACK)

Angkot melaju. Damar duduk canggung di samping dang kakak. Citra mengantar Damar sampai gerbang sekolah SMA TUNAS BANGSA.


INT. RUMAH DAMAR – PAGI (FLASHBACK)

Hari terakhir MOS. Citra menyemir sepatu di depan kamar.

CITRA

Hari ini kamu berangkat sendiri ya, Dek.

DAMAR (keluar dari kamar mandi)

Kenapa, Kak?

CITRA

Kakak dijemput temen. Kasian katanya kalau nanti pengayaan, pulangnya sore.

DAMAR

Bukannya pengayaan masih lama?

CITRA (berdiri, menaruh semir ke rak sepatu)

Terus kenapa?

DAMAR (cemberut)

Adek berangkat sendiri, dong?

CITRA

Iyalah. Udah gede. Bukan anak SD lagi.

(tersenyum jahil lalu pergi)


INT. LOTENG / KAMAR DAMAR – PAGI (FLASHBACK)

Suara PAK HERU terdengar MENGGELEGAR dari bawah.

PAK HERU (O.S.)

Kamu itu anak pertama! Harus kasih contoh yang baik! Fokus belajar, bukan pacaran!

DAMAR (menghentikan aktivitasnya)

Mulai deh…


INT. RUANG TENGAH – PAGI (FLASHBACK)

Bu Lastri baru pulang dari pasar.

DAMAR

Eh, Ibu udah pulang?

BU LASTRI

Baru aja.


Damar melangkah ke depan rumah.


EXT. TERAS RUMAH – PAGI (FLASHBACK)

RADIT (cowok berseragam SMK, berdiri gugup)

Nama saya Radit, Om.

PAK HERU

Sejak kapan saya nikah sama tantemu?


Damar di ambang pintu menahan tawa.

CITRA

Udahlah, Pak. Citra berangkat.

PAK HERU (menunjuk Radit)

Awas ya. Kalau berani macem-macem sama anak saya….(membuat gerakan menggorok leher dengan tangan)

RADIT

Nggak bakal, Pak.

PAK HERU

Kamu panggil saya Bapak?


Damar cepat menyela dengan berpamitan. Pak Heru menyerahkan dua lembar uang, warna hijau dan kuning.

PAK HERU

Jatah jajan segitu. Kalau mau irit, naik sepeda.

DAMAR (menerima uang)

(V.O) Tega bener.


CUT TO:

EXT. DALAM ANGKOT – PAGI (KINI)

Sudah lama Damar tidak naik angkot, kini ia ingin mengulang rasa itu lagi. Angkot penuh. Siswa dari berbagai sekolah berdesakan. Aroma parfum campur aduk. Tiba-tiba angkot berhenti. Penumpang terguncang. Damar berpegangan.


EXT. DEPAN SMA TUNAS BANGSA

DAMAR (turun dari angkot)

Sampai juga.


Damar berjalan melewati gerbang sekolah. Di lapangan lima cowok terlihat sedang bermain futsal.


EXT. KORIDOR & TANGGA SEKOLAH

Damar berjalan panjang, berbelok, naik tangga, melewati kelas.


INT. DEPAN KELAS XII IPA 4

Damar berhenti. Berkacak pinggang melihat kelasnya masih kosong. Ia memeriksa ponsel: 06.28 WIB. Damar menatap lurus, lalu melangkah menuju arah kelas IPS.


INT. DEPAN KELAS XII IPS 2

CEWEK (O.S.)

Permisi, bisa kasih jalan nggak?


Damar menoleh. Seorang cewek berdiri sangat dekat.

CEWEK

Eh… Damar.(Matanya membelalak, lalu tersenyum)

Damar (Terpaku. Kikuk. Waktu terasa seperti melambat)

(V.O) Inikah yang disebut terpukau?


CUT TO BLACK

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)