Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
EXT. PARKIRAN SEKOLAH - PAGI
Suara decit ban sepeda. DAMAR (17), tinggi, berwajah datar,
menarik rem sekuatnya. Ia turun, menstandarkan sepedanya.
BUNGA (17), rambut pendek, sudah menunggu di atas scoopy oranye.
Begitu Damar selesai parkir, ia segera melompat turun dan berdiri tepat di hadapan DAMAR.
BUNGA
(ceria, melambai)
Pagi, Damar!
DAMAR
(malas)
Iya.
Damar hendak pergi, tapi Bunga buru-buru menghadang jalannya.
BUNGA
Berhenti dulu sebentar.
Damar menghela napas, menoleh sekilas.
Bunga mengeluarkan sebuah kotak kecil berbalut kertas cokelat dari tas slempangnya.
BUNGA
Ini hadiah buat kamu.
DAMAR
(menyipitkan mata)
Aku nggak ulang tahun.
BUNGA
Ini hadiah, bukan kado. Hadiah karena kamu lolos sampai tingkat provinsi waktu olimpiade matematika kemarin.
DAMAR
Nggak perlu.
BUNGA
(ngambek, meniup poni)
Santai aja. Cuma sabun cuci muka.
Sekali-sekali urusin jerawat kamu tuh, jangan belajar terus.
DAMAR
(datar, ketus)
Nggak usah sok peduli. Urus aja hidup kamu sendiri.
Bunga kesal, lalu berjinjit memaksa menyelipkan hadiah itu ke saku seragam DAMAR.
BUNGA
Kamu bisa abaikan orang lain,
tapi nggak sama aku. Aku bukan sok peduli. Aku cuma mau bersikap baik. Salah?
Damar terdiam. Ekspresi Bunga yang manyun mengingatkannya pada seseorang dari masa lalu.
DAMAR
(pelan)
Enggak sih...
---
INT. KELAS - PAGI
Suasana kelas ramai. Beberapa siswa berkerumun di sekitar meja DAMAR yang berada di depan, menghadap meja guru.
DESI
(antusias)
Selamat ya, Dam. Artikel tentang olimpiade kamu udah dipasang di mading!
DAMAR
(malas)
Iya.
ALEX
(teriak ke kelas)
Guys, kasih jalan dong. Profesor mau duduk tuh!
Anak-anak bubar sambil cekikikan. DAMAR melangkah ke bangkunya dengan wajah datar.
Begitu duduk, LUKI, ketua kelas, menepuk bahunya.
LUKI
Kerja bagus, sob!
DAMAR
Hm.
LUKI
(berdiri, teriak ke kelas)
Beri tepuk tangan untuk Profesor kita!
Kelas langsung riuh, semua bertepuk tangan.
DAMAR hanya menghela napas.
YULIAN (17), teman sebangku DAMAR, muncul di pintu kelas. Ia menatap ruangan, menarik napas panjang, lalu masuk dengan gaya sok keren.
YULIAN
(lantang)
Definisi cowok keren itu... nggak ganteng tapi populer.
DESI
(berbalik, menyahut)
Itu kan kutipan artikel di mading, Yul!
YULIAN
(berlagak, menatap Desi)
Iya, Des. Tapi yang nulis siapa sih? Berani banget bilang Damar nggak ganteng.
DAMAR
(tanpa menoleh, sibuk dengan ponselnya)
Udah, biarin aja.
LUKI menoleh, melihat saku seragam DAMAR yang agak menonjol.
LUKI
(penasaran)
Dam, kamu ngantongin apa sih?
Damar refleks menoleh ke sakunya, lalu buru-buru meraih benda itu dan memindahkannya ke dalam tas.
DAMAR
Bukan apa-apa.
YULIAN
(ikut melirik, meledek)
Masa...
DAMAR
(berat hati, akhirnya jujur)
Hadiah dari Bunga.
Sekelompok teman langsung mengelilingi meja DAMAR, penasaran. Beberapa terkejut, saling pandang.
Saat itu, BUNGA masuk membawa kantong plastik berisi bubur ayam dan gorengan.
YULIAN membelalakkan mata, menatap bergantian ke Bunga dan DAMAR.
YULIAN
(kaget, nyaris berteriak)
Kalian jadian?!
Kelas langsung heboh.
DAMAR menatap Bunga, wajahnya kaku. Bunga hanya pura-pura sibuk dengan kantong plastiknya.
CUT TO BLACK.