Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Kisah Sang Lara (Script)
Suka
Favorit
Bagikan
21. Bagian Dua Puluh

ACT. 1

1. INT. RUMAH LIORA - KAMAR LIORA - ATAS RANJANG - PAGI HARI

Tokoh : Liora, Jessica, dan Rena

Liora sedang menghabiskan hari Minggu dengan menonton film di atas ranjang, lalu dikejutkan dengan kehadiran Jessica dan Rena yang tiba-tiba datang dengan membawa berbagai makanan, untuk merayakan keberhasilan Liora dalam memenangkan pemilihan Ketua OSIS dan kejuaraan yang didapat dalam lomba menulis karya tulis ilmiah.

LIORA

Bersolonjor di atas ranjang seraya memangku laptop.

Menatap layar laptop yang berisi film horor.

RENA & JESSICA

(Tiba-tiba muncul dan mengagetkan Liora pada saat scene hantu muncul dalam film tersebut) BAA!

LIORA

HUWA! (ekspresi terkejut)

RENA & JESSICA

Menertawakan tingkah laku Liora.

JESSICA

Berjalan menghampiri Liora.

Gitu doang masa lo takut sih, Ra?

RENA

Duduk di atas kasur Liora.

Dasar lemah!

LIORA

Menatap kedua temannya.

Ya kalian berdua sih, nganggetin gue pas lagi nonton film horor. Mana pas scene hantu nya muncul lagi. Siapa coba yang gak takut? (ekspresi kesal)

JESSICA

Ulululu. (ekspresi mengejek Liora)

Iya deh, gue minta maaf, yaa, Ra.

LIORA

(berdecak kesal) Iya deh iya. Gue maafin.

Menatap kantung kresek yang dibawa oleh Rena.

Lo bawa apa Ren?

RENA

Oh ini...

Duduk di kasur Liora seraya menunjukkan kantung kresek yang ia bawa.

Gue cuman bawa jajanan sih.

Gak banyak emang, tapi cukup buat kita bertiga lahh.

LIORA

Mengrenyitkan dahinya menatap Rena dan Jessica secara bergantian.

Tumben? Dalam rangka apa?

JESSICA

Memegang pundak Liora.

Dalam rangka, merayakan kemenangan lo, dalam pemilihan Ketua OSIS, dan juga lomba karya tulis ilmiah.

LIORA

Kok lo berdua tau tentang kemenangan gue di lomba itu?

JESSICA

Menepuk dahinya.

Aduh Liora! Ya jelas aja lah kita tau. Orang diumumin di website sekolah!

RENA

Tau nih Liora. Gue aja yang beda sekolah sama lo tau, masa lo nggak tau sih? (ekspresi sedikit kesal)

LIORA

Masa diunggah di website sekolah?

JESSICA

Iya. Coba lo cek sendiri deh.

LIORA

Mengambil handphonenya yang terletak di atas nakas.

Menatap layar ponsel dan menekan-nekannya.

(hologram : tampilan website)

Iya anjir!

JESSICA

Kan, apa gue bilang? Lo sih gak percaya.

LIORA

Menyengir ringan.

Hehe. Maaf-maaf.

Menepuk pundak Jessica.

RENA

Menatap laptop Liora.

Btw Ra, lo nonton film apa sih?

LIORA

Oh ini (menunjukkan laptopnya) Gue lihat film 'Keluarga Tak Kasat Mata'.

Mau nobar? (menatap Jessica dan Rena secara bergantian)

JESSICA

Gas-lahh! (menselonjorkan dirinya disamping Liora)

RENA

Mengikuti tingkah laku Liora.

LIORA, JESSICA, DAN RENA

Footage ekspresi mereka ketika melihat film itu.

2. INT. RUMAH LIORA - RUANG TAMU - PINTU MASUK - SIANG HARI

Tokoh : Liora, Jessica, Rena, dan Reygan

Disaat Jessica dan Rena pulang, Reygan tiba-tiba datang.

LIORA

Melambaikan tangannya pada Jessica dan Rena.

Daa!

JESSICA & RENA

Membalas lambaian tangan Liora.

Duluan, Ra. (serentak)

Melesat pergi dengan motornya masing-masing.

LIORA

Menatap kepergian mereka sesaat.

Hendak menutup pintu namun tertahan oleh tangan Reygan didepannya.

Lo?

Mencoba menutup pintu lebih erat.

REYGAN

Ra, plis, Ra. Izinin gue masuk kali ini aja.

LIORA

Nggak. (ekspresi tajam)

Setelah apa yang lo lakuin ke gue dulu, lo tiba-tiba datang ke rumah gue, dan lo berharap gue masih welcome sama lo?

Nggak Rey! (Menyentak Reygan)

REYGAN

Ra, Plis, Ra.

Ini soal keluarga gue.

LIORA

Diam terpaku karena terkejut mendengar ucapan Reygan.

Tante Rosella?

REYGAN

Gue butuh teman curhat soal permasalahan keluarga gue, Ra.

LIORA

Menghembuskan napasnya.

Membukakan pintu rumah.

Masuk, Rey.

cut to

3. INT. RUMAH LIORA - RUANG TAMU - SOFA - SIANG HARI

Tokoh : Liora, Reygan, dan Jessica

Reygan menceritakan tentang permasalahan keluarganya dan juga keluarga Saga pada Liora, disaat ia ingin memeluk Liora, disitu Jessica kembali karena hendak mengambil barangnya yang tertinggal di kamar Liora.

LIORA

Berjalan dari ruang dalam menuju ruang tamu dengan membawa sebuah nampan berisi dua gelas orange juice.

Meletakkan nampan tersebut pada atas meja.

Duduk disamping Reygan.

Minum dulu, Rey.

REYGAN

Mengambil gelas yang ada didepannya, kemudian meneguknya perlahan-lahan, dan meletakkannya kembali.

Makasih, Ra.

Menatap Liora seraya tersenyum tulus.

LIORA

Menatap kosong ke depan.

Lo mau cerita apa?

REYGAN

Menatap kosong ke lain arah dengan ekspresi sendu.

Menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.

Kedua orang tua gue meninggal, Ra.

LIORA

Menatap terkejut Reygan.

Maksud lo?

REYGAN

Menggelengkan kepalanya.

Gue juga nggak tau, Ra.

Waktu itu gue lagi nemuin Saga buat nagih hadiah taruhan yang dijanjiin sama dia. Dan sepulang dari sana, gue dapat kabar kalau kedua orang tua gue kritis karena ditembak sama orang yang gak dikenal, dan ketika gue dateng ke rumah sakit--

Menatap Liora histeris.

Mereka udah gak ada, Ra

Menunduk sedih.

Kedua orang tua gue udah meninggal, Ra (lirih)

Ekspresi sendu hampir menangis.

LIORA

Menatap Reygan, hendak merangkul Reygan namun tidak jadi.

Menepuk pundak Reygan perlahan.

Yang sabar ya, Rey.

Gue yakin, lo bisa ngelakuin ini semua. (ekspresi meyakinkan)

REYGAN

Menatap Liora lagi.

Gue yakin, Ra. Keluarga Saga adalah dalang dibalik penembakan kedua orang tua gue.

LIORA

Maksudnya?

REYGAN

Saga ngebohongin gue soal taruhan itu, Ra. Dia dendam sama gue karena ulah bokap gue yang korupsi di perusahan keluarganya. Dan Saga, melampiaskan dendamnya dengan cara mempermainkan gue, lo, dan juga Bianca.

Menghembuskan napasnya perlahan.

Menatap mata Liora dalam.

Ra?

LIORA

Membalas tatapan Reygan

REYGAN

Menggenggam tangan Liora

Gue minta maaf soal kesalahan gue dulu. Gue nggak tau kalau ini semua adalah akal-akalan Saga buat ngehancurin hubungan kita berdua, Ra.

LIORA

Rey, gapapa. Gue udah maafin lo, kok.

Tersenyum tulus.

REYGAN

Gue butuh lo di sisi gue sekarang, Ra.(intonasi cepat + ekspresi meyakinkan)

LIORA

Melepaskan genggaman tangan Reygan.

Menatap ke lain arah

Sorry, Rey. Kalau buat itu, gue nggak bisa.

REYGAN

Kenapa, Ra? Kenapa? (emosional)

JESSICA

Membuka pintu rumah Liora

Ra, gue mau ambil dompet gue yang ketinggalan-- (menatap kejut Reygan)

Lo!

Berjalan menghampiri Reygan.

Lo ngapain disini?

Setelah puas nyakitin hati Liora, dan Liora udah berhasil ngelupain lo....

Berani-beraninya lo datang lagi kedalam kehidupan Liora? (memarahi Reygan)

Menunjuk tepat wajah Reygan.

Brengsek lo Rey!

Menatap Liora

Lo juga, Ra. Ngapain sih lo masih ngizinin cowok bangsat kayak dia dateng ke rumah lo?

Dia ngajak lo balikan, kan?

LIORA

Jess, ini semua nggak seperti yang lo pikirin.

JESSICA

Menggerakkan tangannya didepan wajah Liora.

Alah! Gak usah bohongin gue deh, Ra! Gue udah tau kok akal-akalan Reygan.

Menatap tajam wajah Reygan.

Menunjuk arah pintu keluar.

Sekarang, lo pergi dari sini!

REYGAN

Menatap wajah Liora.

Ra, aku harap kamu pikirin permintaanku tadi.

JESSICA

Gue bilang pergi, ya pergi, anjing!

Mendorong tubuh Reygan.

REYGAN

Terdorong oleh Jessica dan akhirnya keluar meninggalkan rumah Liora.

LIORA & REYGAN

Saling bertatap-tatapan sendu.

JESSICA

Lo ngapain masih lihatin dia sih, Ra?

Menarik tangan Liora menuju arah kamarnya agar tidak terlihat oleh Reygan, sekaligus untuk mengambil dompetnya yang tertinggal.

4. INT. RUMAH LIORA - KAMAR LIORA - SIANG HARI

Tokoh : Liora dan Jessica

Jessica mengambil dompetnya yang tertinggal sekaligus menasehati Liora agar tidak kembali bersama Reygan.

JESSICA

Mengambil dompetnya diatas bantal Liora.

Menatap tajam wajah Liora.

Gue pulang dulu. Awas aja lo sampai balikan sama Reygan! (penuh penekanan)

LIORA

Iya-iya, Jess.

JESSICA

Beneran ya?

LIORA

Iyaaa.

JESSICA

Ya udah, gue balik dulu.

LIORA

Iya, hati-hati.

JESSICA

Berjalan keluar dari kamar Liora.

LIORA

Menatap kepergian Jessica sesaat.

Menghembuskan napasnya ringan.

Melangkah menuju jendela kamar.

Menatap kosong langit di luar.

(fx : voice over Reygan "Gue butuh lo di sisi gue sekarang, Ra.")

Menghembuskan napasnya ringan.

Haruskah putri kecil ini kembali pada pangeran yang telah menyakitinya?

Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar