Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
25. INT. RUMAH BOWO - SORE
CAST: Bunga, Bowo.
DISSLOVE TO
Diperlihatkan sore senja di jalanan Tugu Jogja, lalu lalang motor dan mobil terlihat melintasi. Kemudian di kursi teras rumah terlihat Bowo yang membaca koran tapi mengantuk, ia menguap, menggeliatkan tubuh, dan mengucek matanya. Bunga kemudian datang dari dalam rumah membawakan kopi.
BUNGA
Mas Bowo, monggo kopinya.
Dengan wajah terpesona Bowo melihat Bunga tanpa kedip, Bunga terlihat malu-malu, ia menunduk senyum-senyum.
CUT BACK TO
Melihatkan Bowo yang tidur di sofa ruang tamu, senyum-senyum dalam mimpinya dengan Bunga, ia memiringkan tubuhnya dan terjatuh.
BOWO
Aduh, cuma mimpi to?
Beranjak bangun sambil memegangi punggung, lalu menggaruk-garuk kepalanya, wajahnya masih tersentak kebingungan.
BOWO
Duh, Dek Bunga. Sejujurnya ya sedih banget kamu harus merantau jauh. Tapi aku selalu dukung apa maumu, aku ga berhak ngekang kamu, apalagi tujuannya mulia. Nanti kalo Ayahmu ketemu, kan, nikah kita juga bisa segera. (Beat) Ah, mantab.
Menepuk-nepuk lutut kanannya yang dilipat, dan kaki kirinya dihentak-hentakkan ke lantai.
BOWO
Kita emang jodoh dunia akhirat. Huh emang ya, dari nama aja lo, cocok banget. Nanti anak kita, kalo cowok Setiyo Wibowo, cewek Harumi Wibawa. Hes, emang jodoh pasti ada-ada aja buat cococoknya.
Menatap depan, masih tersenyum-senyum dan menggeleng-nggeleng.
26. INT. RUMAH SAKIT - RUANG PERAWATAN - MALAM
CAST: Mbok Yah
Memperlihatkan Mbok Yah yang terbaring dalam keadaan sadar. Kita melihat pakaiannya berwarna biru khas pasien, terbalut selimut yang menutup tangan kakinya. Terdapat bedside monitor yang berbunyi beraturan di samping ranjang. Terlihat mata Mbok Yah yang hanya menatap-natap langit ruangan.
FX: suara bedside monitor yang berbunyi beraturan.
CU: langit-langit ruangan.
MBOK YAH (VO)
Cah Ayuku, lagi ngapain ya kamu?
Sekarang kamu benar benar sudah di sana.
CU: tangan Mbok Yah yang di keluarkan dari selimut.
MBOK YAH
Apa kamu sudah bahagia, Ndhuk?
Huk...
(Batuk-batuk)
Batuk Mbok Yah semakin keras, ia ingin meraih gelas air minum di samping tapi tak sampai. Gelasnya justru tersenggol, terjatuh, dan pecah.
FX: suara gelas pecah.
Mbok Yah memegangi dadanya, batuknya semakin keras. Ia lalu tak sadarkan diri.
FADE IN
27. EXT. RUMAH MBOK YAH – DEPAN RUMAH - PAGI
Sebuah rumah batu bata tua, terlihat gentingnya yang berwarna coklat begitu gelap. Depannya terdapat teras dan bunga-bunga pada pot yang diletakkan di fondasi tiang-tiang kayu bagian depan.
CU: menyoroti jajaran bunga, lalu berhenti pada bunga eforbia yang menguning, bunganya mulai berjatuhan.
28. EXT. RUMAH AJI – HALAMAN DEPAN - PAGI
CU: air mancur yang keluar dari gembor, menyiram bunga eforbia yang nampak merah ranum begitu subur.
Memperlihatkan sebuah hamparan taman luas, terdapat Bunga yang menyiram bunga eforbia di taman itu.
ESTABLISH: Bunga menyirami menggunakan gembor, terlihat dari sudut atas (arah CCTV)