Cuplikan Chapter ini
Malam itu hujan mengguyur Jakarta dengan ritme yang lebih lembut seolah ikut merayakan kedamaian yang kami rasakan Kami sedang berada di favoritkuruang tamu kecil di ruko kantor lantai tiga yang sederhana Arini tidak keberatan duduk di sofa yang sudah sedikit usang itu meminum teh hangat yang kubuatkan sendiri Di sini di tengah tumpukan berkas dan aroma buku-buku teknis dia tidak lagi menjadi wanita karir yang disegani oleh para elit atau sekuriti yang galak Dia adalah Arini-ku S