Cuplikan Chapter ini
Kantor hari itu terasa lebih pengap dari biasanya AC ruangan seolah mati menyisakan udara yang berat dan stagnan Aku duduk di mejaku mencoba menatap layar komputer namun pikiranku melayang pada percakapan telepon tadi malam yang baru berakhir jam dua dini hari Mata ini perih tapi bukan karena kurang tidur melainkan karena kelelahan jiwa yang luar biasaKetegangan itu pecah di siang hari saat pintu kantor Citra terbuka lebar Seorang pria berjas charcoal yang rapi dengan jam tangan