Cuplikan Chapter ini
Aku duduk di kursi kerjaku menatap kosong pada dokumen-dokumen yang berserakan Arini masuk ke ruangan membawa dua cangkir kopi seperti biasanya Dia berhenti sejenak menatapku lalu tatapannya tertuju pada ponsel yang tergeletak di atas meja Dia tidak perlu bertanya apa isinya dia sudah bisa merasakan perubahankuAku akan menemanimu ucapnya tenang meletakkan cangkir kopi di depankuAku mendongak terkejut Tidak perlu Arini Ini urusan pribadiku Urusan masa lalukuArini menarik