Cuplikan Chapter ini
Villa di Puncak itu seolah tertelan oleh kabut tebal yang turun dari puncak gunung membungkus setiap jengkal kemewahan di dalamnya dengan rasa dingin yang mencekam Papi Citra tidak lagi berdebat dengan Maminya Ia sadar dalam kondisi emosional Mami yang sudah mencapai titik nadir dan dikelilingi oleh keluarga besar yang menghasut beradu argumen hanya akan memperparah situasi Papi mengambil jalan yang lebih tenang namun penuh dengan tindakan nyataIa turun dari Puncak berkendara sendi