Cuplikan Chapter ini
Suara deru kereta api yang memasuki Stasiun Gambir terdengar seperti nyanyian selamat datang bagi telingaku Dulu setiap kali aku menginjakkan kaki di Jakarta setelah perjalanan jauh aku selalu merasa terbebani oleh bayangan gedung-gedung tinggi yang seolah menindih pundakku Tapi hari ini pemandangan yang sama justru terasa berbeda Gedung-gedung itu tidak lagi tampak seperti raksasa yang menantang melainkan seperti hamparan kanvas kosong yang menunggu untuk aku lukis dengan jejak karya