Cuplikan Chapter ini
Rumah orang tuaku selalu memiliki aroma yang khas Aroma kayu tua harum masakan ibu dan ketenangan yang tidak pernah bisa ditemukan di hiruk-pikuk Jakarta Begitu aku melangkah masuk ke pekarangan rumah suara tawa yang sangat ku kenal menyambutku memecah kesunyian sore itu Itu adalah tawa anakku Tawa yang tanpa kusadari telah menjadi melodi paling indah yang pernah kudengar selama bulan-bulan penuh tekanan iniAku melihat Mayamantan istrikubaru saja hendak memacu mobilnya pergi K