Cuplikan Chapter ini
Kafe itu tidak terlalu ramai Hujan rintik-rintik di luar jendela besar memberikan efek isolasi yang sempurna menciptakan suasana privat di tengah hiruk-pikuk Jakarta Aku duduk di salah satu sudut menyesap americano hangat ku menunggu kedatangan Arini Kami sudah sepakat untuk bertemu dan ini bukan lagi pertemuan pertama kamiSejujurnya jika ada yang melihat kami dari kejauhan mungkin mereka akan bertanya-tanya Aku seorang pria yang sudah matang dengan segala guratan pengalaman hi