Cuplikan Chapter ini
Jakarta tetaplah Jakarta Kota ini tidak pernah memberikan ruang bagi mereka yang berhenti melangkah Namun entah mengapa setelah semua badai yang kuhadapi aku mulai melihat kota ini dengan mata yang berbeda Dulu hiruk-pikuknya terasa seperti ancaman yang menekan bahuku Sekarang ia terasa seperti ritme hidup yang harus kuikutiTiga bulan setelah keputusan besarku untuk menjadi mandiri hidupku benar-benar berubah drastis Kontrakan sempit ku yang dulunya terasa seperti penjara kini