Cuplikan Chapter ini
Hujan pecahan kaca menyambar dinding keramik putih ruang perawatan darurat memantulkan pendar merah sirene ambulans di luar dan pendar keemasan dari Batu Wilis yang berada di dada Sekar Bau bensin menyengat dari moncong sedan hitam yang membentur meja instrumen medis berpadu dengan hawa es bun upas yang bertiup masuk dari celah dinding yang hancurPak Broto melangkah keluar dari kabin sedan yang ringsek Wajah kirinya melepuh hitam akibat sengatan es gaib di kompleks Candi Arjuna sementara