Cuplikan Chapter ini
Deru mesin mobil ambulans puskesmas desa meraung memecah keheningan lereng Kejajar Lampu sirine merah memantulkan pendar pucat pada kristal-kristal es bun upas yang membungkus pepohonan di sepanjang jalan Di dalam kabin belakang yang sempit Banyu duduk bersandar pada dinding logam memegang erat jemari Sekar yang terasa sekaku bilah kayu terendam air esDi sampingnya seorang perawat muda berwajah pucat berulang kali memeriksa tabung oksigen dan monitor detak jantung portabel Angka di lay