Cuplikan Chapter ini
Suara derak kayu pendopo yang tertekan oleh gelombang hawa dingin luar biasa bersahut-sahutan bagai tulang-tulang raksasa yang dipatahkan secara paksa Aroma kemenyan manis yang semula menenangkan di dalam pendopo mendadak disapu bersih oleh bau busuk bangkai terendam sulfur yang sangat menyengat Bau itu begitu pekat hingga membuat beberapa prajurit muda muntah-muntah di tempat sementara mata mereka berair hebat menahan pedihnya uap racun kawahDari balik kegelapan hutan rimba kabut hitam