Cuplikan Chapter ini
Hawa dingin bun upas menusuk hingga ke dalam sumsum tulang Banyu Di atas permukaan batu andesit Candi Arjuna yang dilapisi kristal es tipis darah merah pekat yang menetes dari bahu dan kakinya membeku menjadi serpihan kristal merah Di dadanya Batu Wilis berdenyut pelan memancarkan pendar keemasan redup yang menjadi satu-satunya sumber kehangatan penopang nyawanyaPak Broto melangkah maju dua pijakan Tongkat perunggu berukir naga di tangan kanannya berdenting kaku saat dihantamkan ke lan