Cuplikan Chapter ini
Malam telah larut namun mata Jihan tetap terpaku pada langit-langit kamar Bayangan tentang Anggra terus berputar di kepalanya menguasai setiap ruang dalam benaknya Udara dingin menyelinap melalui celah jendela yang sedikit terbuka membawa aroma hujan yang masih tersisa sejak sore tadi Lampu tidur di sudut kamar memancarkan cahaya temaram menciptakan bayangan samar di dinding Semuanya terasa begitu sunyi kecuali suara detak jam yang berdetak pelanterlalu pelan tetapi cukup untuk men