Cuplikan Chapter ini
Jihan melangkah masuk ke dalam kedai kopi favoritnya tempat yang selalu menjadi pelariannya dari hiruk-pikuk kehidupan Aroma kopi yang khas langsung menyambutnya menenangkan sedikit kegelisahan yang mengendap di dadanya sejak pagi Ia menghela napas panjang lalu mengedarkan pandangan mencari tempat kosongSetelah memesan Caramel Macchiato dengan ekstra shot espressomenu andalannya ia memilih duduk di sudut dekat jendela besar yang menghadap ke jalan Sinar matahari siang menyelinap mas