Cuplikan Chapter ini
MENTARI pagi menerobos jendela besar di kantor polisi menyorot kursi-kursi kayu yang berjajar rapi di ruang tunggu Bau kopi hangat bercampur dengan aroma khas berkas-berkas tua yang menumpuk di meja petugas Dina menggigit bibirnya duduk dengan gelisah di salah satu kursi sementara Reyhan berdiri dengan tangan disilangkan di dada tatapannya tajam menatap pintu ruang tahananPintu itu akhirnya terbukaSeorang polisi keluar lebih dulu lalu disusul oleh sosok yang selama ini mereka cariJi