Cuplikan Chapter ini
JIHAN menatap layar ponselnya yang baru saja ia matikan Cahaya biru yang sebelumnya menyinari wajahnya kini menghilang menyisakan ruangan dalam temaram Ia mengerjapkan mata berusaha menenangkan degup jantungnya yang terasa tidak beraturan Pikirannya masih penuh seolah berdesakan dengan berbagai perasaan yang sulit ia cerna satu per satuDengan satu tarikan napas panjang ia mengangkat bahunya lalu mengembuskannya perlahantapi masih terasa kasar Ia membiarkan dirinya terdiam sejenak