Cuplikan Chapter ini
REYHAN duduk di bangku kayu depan warung satu kaki disandarkan ke kursi sementara tangan kanannya menggenggam segelas es teh yang mulai mencair Pandangannya lurus ke arah gerbang sekolah di seberang jalan tempat murid-murid mulai berhamburan keluar Warung tempatnya duduk cukup sederhanahanya sebuah bangunan kecil dengan atap seng deretan kursi plastik dan etalase berisi aneka gorengan Aroma pisang goreng yang baru diangkat dari penggorengan tercium kuat bercampur dengan wangi kopi