Cuplikan Chapter ini
MAMAH JihanLinda memilih tempat yang cukup jauh dari hiruk-pikuk kota Sebuah kafe kecil di pinggiran danau dengan jendela besar yang memperlihatkan air tenang dan cahaya matahari yang mulai meredup di ufuk barat Jihan menatap ke luar jendela jemarinya memainkan sedotan di gelas matcha latte yang hampir habis Ia tidak banyak bicara sejak mereka berangkat Ada banyak yang ingin ia katakan tapi juga terlalu banyak yang ingin ia simpan sendiri Mamahnya duduk di seberangnya matanya men