Cuplikan Chapter ini
DINGINItu yang pertama kali Jihan rasakan ketika dirinya terduduk di sebuah ruangan yang hanya diterangi oleh lampu putih terang Udara malam masih melekat di kulitnya bercampur dengan keringat dingin yang belum juga mengering Ia menggigit bibirnya mencoba memahami situasi yang sedang terjadiBaru saja ia masih terjebak dalam kebingungan karena panggilan dari ayahnya Namun dalam sekejap suara sirine yang semakin dekat membuatnya kaku di tempat Orang-orang berlarian tetapi kakinya te