Cuplikan Chapter ini
Irni dan Bayeng terus berlari membelah tirai hujan yang dingin menuju pemukiman warga desa yang letaknya masih terasa amat jauh Kilatan petir kembali membedah langit menerangi jalanan setapak yang becek Tiba-tiba keseimbangan Irni goyah; kaki kanannya terperosok ke dalam lubang jalanan yang tersembunyi di balik genangan airAh Irni terjatuh dengan keras BayBayeng yang berlari beberapa meter di depan segera mengerem langkahnya Ia berbalik secepat kilatNi Aduh Bayeng mengha