Cuplikan Chapter ini
Mia menyusun beberapa piring dan mangkuk bekas lauk di tempat cuci piring Denting porselen beradu dengan gemericik air namun perhatiannya teralihkan Matanya melirik papan talenan kayu yang biasanya ditempati oleh golok pemotong daging miliknya Jidatnya mengkerut; benda tajam itu raib Ia menoleh ke arah pintu dapur yang terbuka lebar menatap kolam di belakang rumah yang diselimuti kegelapan Sejenak ia memindai area kolam yang sunyi Semuanya tampak tenang hanya kilatan petir yang sese