Cuplikan Chapter ini
Irni tampak benar-benar putus asa Dengan jemari gemetar dinyalakannya senter dari ponselnya Seberkas cahaya putih pucat itu membedah kegelapan menyapu setiap sudut ruang tengah yang kini terasa asing dan mengancam Matanya yang sembab berkeliling mencari apa saja yang bisa menyelamatkan nyawa mereka Di atas sebuah meja kecil ia menemukan sebuah ponsel lain Ia segera menyambarnya namun sia-sia; ikon jaringan di layar tetap kosong melompong Sinyal kartu SIM-nya hanya menyisakan garis t