Cuplikan Chapter ini
Mata Soka perlahan terbuka namun jiwanya tidak berada di puncak bukit itu Ia bernapas pelan membiarkan kabut masa lalu menariknya kembali ke lima belas tahun silam Di balik pelupuk matanya ia melihat dirinya yang lebih muda berdiri kaku di lorong rumah sakit yang berbau karbol Ia menatap sang ayah yang terbaring tanpa daya di dalam ruang ICU terhubung pada mesin-mesin yang berbunyi monoton Ibunya terisak di kursi tunggu yang dingin Seorang perawat menghampiri membisikkan sesuatu ya