Cuplikan Chapter ini
Waktu merayap melewati pukul sembilan malam Angin pegunungan tiba-tiba bertiup lebih kencang menyisir hamparan sawah dan menggoyangkan daun-daun jati yang mengepung sebuah pos ronda Pos kayu itu berdiri di bahu jalan yang sepi di pinggiran area perumahan warga yang letaknya berjauhan satu sama lain Di bawah temaram lampu bohlam yang kekuningan Didin sibuk menyeduh dua gelas kopi instan Di sampingnya Dodo tengah menyulut sebatang rokok membiarkan asapnya menari ditiup anginMana ini s