Cuplikan Chapter ini
Noda-noda darah yang masih hangat di kain jaket dan kulit Soka perlahan terangkat melayang mengikuti arus air bendungan yang tenang Kelewang mautnya tertancap kokoh di dasar air berdiri tegak di samping tubuhnya yang terendam Kedua tangan Soka bekerja mekanis membantu aliran air menyapu sisa-sisa merah yang kini mulai memudar Soka mendongakkan kepala Dari balik permukaan air yang bening ia menatap rembulan yang bulat sempurna di atas sanaPandangannya mengabur bukan karena air melai