Cuplikan Chapter ini
Bayeng terduduk lesu di ruang tengah sebuah ruangan yang biasanya menjadi jantung kehangatan keluarga di rumah peninggalan nenek Mia itu Namun kini atmosfernya terasa berat oleh aroma amis darah dan duka Irni sibuk membongkar lemari mencari kotak P3K dengan jemari gemetar Sambil meringis menahan perih yang menyengat Bayeng meletakkan senapan tua itu di atas meja di depannya Matanya nanar menatap sebuah lukisan yang tergantung angkuh di salah satu dindingLukisan itu menggambarkan pos