Cuplikan Chapter ini
Di teras samping rumah peninggalan nenek Mia suasana masih nampak hangat meski kegelapan mulai merayap naik Lima sahabat ituNedi Mia Irni Bayeng dan Obanmasih duduk santai menikmati hidangan cuci mulut di atas meja makan kayu yang kokoh Sesekali kilatan petir yang menyilaukan membelah langit disusul suara guntur yang menggerutu rendah memberikan latar suara yang suram pada malam merekaLo masih inget kang Wawan tanya Oban tiba-tiba pada NediEm Guru silat kita waktu kecil Ned