Cuplikan Chapter ini
Alana duduk di atas bebatuan dan memandang separuh purnama yang menggantung di langit hitam tak berawan Mengingat di malam seperti ini waktu masih remaja ia bisa menghabiskan malam di depan televisi bersama ibu Kadang nenek Marni menemani jika tak ikut pengajian di kampung Kakek Dirga hampir tak pernah punya waktu untuknya apalagi cuma sekedar nonton televisiKini hidupnya tak lagi sesederhana dulu Kematian kesepian warisan penelusuran ketakutan seakan digiring masuk semena-mena