Cuplikan Chapter ini
Wanita bertopeng emas berukir angka 13 itu tertawa kencang Suara tawanya yang merdu berkali-kali lipat lebih nyaring memantul di dinding kaca kedap peluru Menara Kontrol Utama Sepatu hak tingginya yang tajam makin menekan punggung tangan kiri Rian yang mengucurkan darah menghujat daging dan uratnya hingga rasa sakit yang membakar menjalar sampai ke puncak kepalaPertunjukan terakhir bisik wanita itu dengan bola mata merah menyala ghaib dari balik celah porselen emasnya Sikap keras kepal