Cuplikan Chapter ini
Ancaman itu terpampang jelas di layar ponsel Rian dalam balutan warna merah menyala yang menyilaukan mata Buka lemarinya Rian Atau kami yang keluar dari ponselmuNapas Rian makin memburu dangkal dan patah-patah Keringat dingin mengalir deras membasahi dahinya menetes melewati pelipis hingga meresap ke kerah jaket hitamnya yang kusam Kalimat yang tertera di layar itu tidak terasa seperti gertakan atau gurauan biasa Di dalam keremangan Kamar 13 bayangan piksel di dalam layar ponselnya