Cuplikan Chapter ini
Gelombang sorak-sorai ghaib dari balkon lantai dua perlahan surut meninggalkan keheningan mencekam yang kembali menghimpit dada para kontestan Bau amis darah Bima yang membasahi lantai karpet merah masih menyengat tajam bercampur dengan aroma hangus mesiu dan sisa bau kejut listrikDi atas panggung utama Host berjas hitam mengetukkan mikrofon emasnya tiga kaliTUK TUK TUKSelamat kepada para peserta yang masih bertahan ucap Host dengan gema suara yang bergetar melintasi arena Casino Ol