Cuplikan Chapter ini
Sirene peringatan di dinding geladak senjata meraung-raung membelah kegelapan malam menyebarkan gelombang pendar cahaya merah berputar yang menyengat mata Suara dentuman meriam otomatis dari turret menara kontrol berangsur-angsur hening meninggalkan bau sangit mesiu yang amat pekat bercampur aroma amis darah Boris yang perlahan membeku di atas lantai betonDi layar fosfor hijau panggung utama angka hitung mundur babak kedua berkedip-kedip cepat tanpa kompromi 1345 1344 1343